Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan taringnya dengan performa yang sangat impresif pada penutupan perdagangan pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi perdagangan Jumat (9/10/2026) dengan catatan positif yang cukup signifikan. Indeks mampu merangkak naik ke level 6.093,76, atau mencatatkan kenaikan sebesar 62,47 poin atau setara dengan 1,04 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Kenaikan ini memberikan angin segar bagi para pelaku pasar di tengah dinamika ekonomi global yang fluktuatif. Lonjakan IHSG yang menembus zona hijau ini mencerminkan optimisme investor terhadap stabilitas pasar domestik. Fenomena ini juga didorong oleh aktivitas transaksi yang cukup intens, terutama dari para investor mancanegara yang mulai kembali melirik potensi keuntungan di bursa tanah air.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Sinarmas Sekuritas, pergerakan investor asing pada perdagangan Jumat tersebut menunjukkan pola yang menarik. Secara akumulatif di seluruh pasar, nilai transaksi beli dan jual investor asing tercatat seimbang, yakni berada di angka Rp3 triliun untuk masing-masing sisi. Namun, jika menilik lebih dalam pada pergerakan di sesi kedua, investor asing sebenarnya masih mencatatkan aksi beli bersih atau net foreign buy sebesar Rp30,4 miliar.
Also Read
Aksi borong saham oleh investor asing ini tidak tersebar secara merata, melainkan terkonsentrasi pada sejumlah emiten tertentu yang dianggap memiliki prospek cerah. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menjadi primadona utama dalam daftar ini. Emiten di sektor energi tersebut memimpin perolehan dengan nilai beli bersih mencapai Rp34 miliar, menunjukkan besarnya minat asing terhadap sektor komoditas.
Menyusul di posisi kedua, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga tidak ketinggalan dengan mencatatkan aliran dana masuk sebesar Rp17 miliar. Tren positif pada sektor tambang emas ini berlanjut pada PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang menempati urutan ketiga dengan nilai beli bersih Rp16 miliar.
Selain sektor energi dan tambang, sektor konsumsi juga menunjukkan daya tarik yang kuat. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) masuk dalam jajaran lima besar dengan nilai beli bersih sebesar Rp14 miliar. Angka yang serupa juga dibukukan oleh PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang berhasil menarik minat investor asing dengan nilai Rp14 miliar.
Daftar saham yang diborong asing kemudian diikuti oleh PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) yang masing-masing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp13 miliar. Menutup daftar sepuluh besar, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menyusul dengan nilai Rp12 miliar, sementara PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melengkapi daftar tersebut dengan nilai beli bersih sebesar Rp10 miliar. Keberagaman sektor yang dibeli asing ini mengindikasikan bahwa kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia mencakup berbagai lini industri.






