Strategi Baru Mandiri Perkuat Rupiah

Author Image

Endang Wulansari

24 Oktober 2026, 02:31 WIB

Jabarpos.id – Langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) mendapat respons positif dari sektor perbankan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026 yang bertujuan meningkatkan retensi devisa di dalam negeri.

Kebijakan baru ini dipandang sebagai instrumen krusial untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Dengan mewajibkan eksportir menempatkan devisa mereka di dalam negeri, pemerintah berupaya menciptakan bantalan ekonomi yang kuat guna menghadapi gejolak pasar global.

Strategi Baru Mandiri Perkuat Rupiah
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Risk Management Bank Mandiri, Danis Subyantoro, menjelaskan bahwa regulasi ini memiliki dampak langsung terhadap penguatan likuiditas valuta asing (valas) di pasar domestik. Di tengah situasi ekonomi dunia yang penuh ketidakpastian, volatilitas arus modal seringkali menjadi ancaman bagi nilai tukar rupiah. Kehadiran kebijakan DHE SDA diharapkan mampu menekan tekanan terhadap rupiah dengan menyediakan pasokan valas yang lebih stabil di dalam negeri.

"Bagi Bank Mandiri, kebijakan ini bukan sekadar kepatuhan regulasi, melainkan membuka peluang besar bagi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam mata uang asing. Selain itu, hal ini juga akan mendongkrak pendapatan dari sektor transaksi serta memperluas jangkauan pembiayaan kepada para pelaku ekspor," ujar Danis dalam keterangannya saat memaparkan kinerja kuartal III tahun 2026, Jumat (23/10/2026).

Data menunjukkan bahwa dampak dari kebijakan ini sudah mulai terlihat secara signifikan pada neraca keuangan Bank Mandiri. Hingga periode September 2026, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan DPK yang bersumber dari penempatan DHE SDA mencapai angka Rp84,3 triliun. Angka fantastis ini menunjukkan lonjakan pertumbuhan sebesar 236 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year).

Lonjakan ini membuktikan bahwa kepercayaan eksportir untuk mengelola dana hasil ekspor mereka melalui perbankan nasional semakin meningkat. Danis menegaskan bahwa pertumbuhan ini memperkokoh posisi Bank Mandiri sebagai mitra utama dalam pengelolaan devisa hasil ekspor yang selaras dengan kebutuhan nasabah dan aturan hukum yang berlaku.

Lebih lanjut, Bank Mandiri berkomitmen untuk tidak hanya menjadi tempat penyimpanan dana, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi para eksportir. Bank akan memberikan pendampingan menyeluruh, mulai dari manajemen penerimaan ekspor hingga penyediaan solusi pembiayaan untuk kebutuhan operasional perusahaan.

"Ke depannya, kami akan terus memperkuat pendampingan bagi para eksportir beserta seluruh ekosistem usahanya. Kami ingin memastikan bahwa pengelolaan DHE ini dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan bisnis nasabah," tambah Danis.

Dengan strategi ini, Bank Mandiri optimis dapat terus mendorong pertumbuhan DPK valas dan pendapatan transaksi, sembari menjalankan peran penting dalam menjaga likuiditas valas domestik demi mendukung stabilitas perekonomian nasional secara berkelanjutan.

Related Post