BNI Cetak Rekor Kredit Melonjak Drastis

Author Image

Endang Wulansari

27 Oktober 2026, 10:31 WIB

Jabarpos.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI menunjukkan performa yang sangat tangguh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Berdasarkan laporan kinerja keuangan terbaru, bank pelat merah ini berhasil mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit yang sangat signifikan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026.

Hingga akhir kuartal III-2026, BNI sukses menyalurkan kredit konsolidasi mencapai angka Rp992,5 triliun. Angka fantastis ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 22,2% secara tahunan atau year-on-year (YoY). Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa strategi ekspansi yang dijalankan bank tersebut mampu menjawab tantangan dinamika pasar yang sedang tidak menentu.

BNI Cetak Rekor Kredit Melonjak Drastis
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Jika dibedah lebih dalam, motor penggerak utama pertumbuhan kredit BNI berasal dari segmen wholesale. Sektor ini menyumbang angka terbesar dengan nilai penyaluran mencapai Rp673,8 triliun, atau melonjak tajam sebesar 30,3% YoY. Sementara itu, segmen perbankan bisnis lainnya, yakni segmen komersial dan kecil (small), mencatatkan pertumbuhan di angka satu digit, masing-masing sebesar 8,3% dan 6,1% YoY. Secara keseluruhan, total penyaluran kredit pada segmen business banking BNI telah menyentuh Rp810,3 triliun dengan pertumbuhan mencapai 25,7% YoY.

Tidak hanya di sektor bisnis, segmen konsumer juga memberikan kontribusi yang solid. BNI membukukan penyaluran kredit konsumer senilai Rp163,8 triliun hingga akhir September 2026. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi primadona di segmen ini dengan pertumbuhan mencapai 9,9% YoY. Selain KPR, pinjaman pribadi (personal loan) tumbuh 8,8% YoY, diikuti oleh penggunaan kartu kredit yang naik sebesar 7,6% YoY.

Menanggapi keberhasilan ini, Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, mengungkapkan bahwa ekspansi kredit dilakukan dengan sangat terukur. Pihak manajemen menegaskan bahwa setiap penyaluran kredit dilakukan secara selektif dengan menerapkan standar analisis kelayakan (underwriting) yang sangat disiplin. Hasilnya, pangsa pasar kredit BNI berhasil naik 113 basis poin (bps) menjadi 10,6% YoY.

Meski tampil agresif dalam menyalurkan kredit, BNI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Hal ini terlihat dari rasio total pencadangan terhadap kredit yang berada di angka 3,8%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri yang berada di level 3,5%. Kualitas aset bank juga menunjukkan tren positif, di mana rasio loan at risk (LaR) turun dari 10,4% menjadi 7,8%, dan NPL gross menyusut dari 2,0% menjadi 1,9%.

Selain pertumbuhan kredit, laba bersih BNI juga ikut terkerek naik. BNI membukukan laba bersih sebesar Rp16,1 triliun, tumbuh 6,6% YoY. Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menyatakan bahwa capaian ini adalah hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang berkualitas melalui penguatan fundamental dan manajemen risiko yang ketat.

"Di tengah dinamika pasar yang menantang, BNI tetap menjaga momentum pertumbuhan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin dalam pengelolaan risiko. Fokus kami adalah memperkuat fundamental dan produktivitas untuk menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan," pungkas Putrama.

Related Post