KAI Siapkan Dana Triliunan Rupiah

Author Image

Endang Wulansari

28 Oktober 2026, 02:04 WIB

Jabarpos.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah bersiap melakukan langkah strategis untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan. BUMN transportasi terkemuka ini mengumumkan rencana besar untuk menerbitkan instrumen utang baru berupa obligasi dan sukuk ijarah dengan total nilai mencapai Rp1,1 triliun. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi manajemen dalam mengelola arus kas dan kewajiban finansial perusahaan di masa mendatang.

Berdasarkan dokumen prospektus yang telah disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), KAI berencana meluncurkan Obligasi Berkelanjutan III Kereta Api Indonesia Tahap I Tahun 2026. Dalam skema ini, perusahaan menargetkan perolehan dana dari obligasi tersebut sebanyak-banyaknya Rp800 miliar. Selain melalui instrumen konvensional, KAI juga akan merilis Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Kereta Api Indonesia Tahap I Tahun 2026 dengan nilai sisa imbalan ijarah sebesar Rp300 miliar.

KAI Siapkan Dana Triliunan Rupiah
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Rencana penerbitan ini merupakan bagian dari program pendanaan yang lebih besar. Untuk obligasi, KAI menargetkan total penghimpunan dana hingga Rp4,1 triliun, sementara untuk sukuk ijarah, target totalnya mencapai Rp1,4 triliun. Menariknya, kedua instrumen ini akan dibagi ke dalam empat seri berbeda, yakni Seri A, Seri B, Seri C, dan Seri D, meskipun rincian nilai untuk setiap serinya masih akan ditentukan kemudian.

Tujuan utama dari penghimpunan dana jumbo ini adalah untuk melunasi pinjaman talangan (bridging loan) yang sebelumnya ditarik dari kreditur. Dana tersebut sangat krusial untuk membayar utang pokok Obligasi II Kereta Api Indonesia Tahun 2019 Seri B yang akan jatuh tempo pada 13 Desember 2026 mendatang. Dengan melunasi pinjaman ini, KAI berharap dapat menjaga stabilitas rasio utang dan kesehatan finansial perusahaan.

Bagi para investor, KAI menawarkan tingkat bunga tetap untuk obligasi di kisaran 6,60% hingga 7,90%. Sementara untuk sukuk ijarah, imbalan yang ditawarkan berkisar antara Rp66 juta hingga Rp79 juta untuk setiap Rp1 miliar. Jika dana yang diperoleh dari penawaran umum ini dirasa belum mencukupi, manajemen KAI telah menyiapkan rencana cadangan dengan menggunakan kas internal perusahaan atau mencari sumber pendanaan eksternal lainnya.

Mengenai jadwal, masa penawaran awal untuk obligasi dan sukuk ini diperkirakan berlangsung mulai 28 Oktober 2026 hingga 25 November 2026, dengan target tanggal efektif pada 15 Desember 2026. Namun, perlu dicatat bahwa hingga saat ini, rencana ini masih menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam proses ini, KAI telah menunjuk mitra perbankan dan sekuritas terpercaya. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) bertindak sebagai wali amanat untuk sukuk ijarah, sedangkan PT Bank Mega Tbk (MEGA) menjadi wali amanat untuk obligasi. Adapun jajaran penjamin pelaksana emisi obligasi melibatkan nama-nama besar seperti PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Related Post