Laba Fantastis Antam Melonjak Tajam

Author Image

Endang Wulansari

28 Oktober 2026, 08:31 WIB

Jabarpos.id – Emiten pertambangan milik negara, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), baru saja memamerkan performa keuangan yang sangat impresif pada periode kuartal III tahun ini. Perusahaan tambang plat merah ini berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp 9,6 triliun. Angka ini menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan, yakni tumbuh sebesar 46 persen jika dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 6,61 triliun.

Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), pertumbuhan positif ini tidak hanya terjadi pada laba bersih saja, melainkan merata di hampir seluruh lini profitabilitas perusahaan. Dari sisi pendapatan, ANTAM mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 88,48 triliun selama sembilan bulan pertama tahun ini. Capaian tersebut naik 23 persen dibandingkan periode tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 72,03 triliun.

Laba Fantastis Antam Melonjak Tajam
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menariknya, pasar domestik menjadi motor penggerak utama bagi perusahaan. Kontribusi pasar dalam negeri menyentuh angka Rp 83,86 triliun atau setara dengan 95 persen dari total seluruh penjualan bersih. Sektor domestik ini mengalami kenaikan sebesar 21 persen secara tahunan, yang membuktikan betapa kuatnya permintaan komoditas tambang di dalam negeri.

Keberhasilan ini juga tercermin dari kenaikan laba kotor yang mencapai Rp 15,56 triliun, naik 42 persen dari tahun lalu. Begitu pula dengan laba usaha yang meroket 53 persen menjadi Rp 12,05 triliun. Selain itu, EBITDA perusahaan juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan 45 persen menjadi Rp 13,48 triliun.

Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menyatakan bahwa pencapaian luar biasa ini merupakan bukti ketangguhan perusahaan dalam menjaga momentum pertumbuhan di tengah situasi industri pertambangan yang penuh dinamika. Menurutnya, perusahaan terus berupaya memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi operasional, strategi komersial yang lebih tajam, serta pengembangan portofolio usaha yang berkelanjutan.

Jika membedah sumber pendapatan, emas tetap menjadi primadona utama dengan kontribusi sebesar 77 persen terhadap total penjualan. Penjualan emas melonjak 17 persen menjadi Rp 68,41 triliun. Sementara itu, segmen nikel, yang mencakup feronikel dan bijih nikel, menyumbang 19 persen dari total penjualan dengan kenaikan pendapatan sebesar 52 persen menjadi Rp 16,98 triliun.

Tak ketinggalan, segmen bauksit dan alumina juga memberikan kontribusi sebesar 3 persen dengan nilai Rp 2,64 triliun, naik 35 persen dari tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, kondisi kesehatan keuangan ANTAM terlihat sangat kokoh. Total aset perusahaan kini mencapai Rp 59,74 triliun, naik 24 persen, didukung oleh posisi kas yang kuat sebesar Rp 10,54 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa ANTAM berada dalam posisi likuiditas yang sangat sehat untuk menghadapi tantangan pasar di masa mendatang.

Related Post