IHSG Terjun Bebas 3 Persen Hari Ini

Author Image

Endang Wulansari

28 Oktober 2026, 06:04 WIB

Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia kembali diguncang badai pelemahan yang cukup signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan merosot tajam pada perdagangan sesi kedua, Selasa (27/10/2026). Berdasarkan data perdagangan, indeks berada di level 5.211,28 pada pukul 15.00 WIB, yang berarti mengalami penurunan drastis sebesar 161,81 poin atau setara dengan 3,01 persen dibandingkan posisi sebelumnya.

Kondisi negatif ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak bel pembukaan perdagangan berbunyi pada pukul 09.00 WIB. Saat itu, IHSG dibuka di level 5.357,97. Sempat ada harapan bagi para investor ketika indeks mencoba melakukan perlawanan dan menyentuh titik tertinggi harian di angka 5.418,14 pada awal sesi pagi. Namun, euforia tersebut hanya sesaat. Memasuki pukul 10.00 WIB, tren berbalik arah dan indeks mulai merosot perlahan.

IHSG Terjun Bebas 3 Persen Hari Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Setelah sempat tertahan di rentang 5.340 hingga 5.370 pada tengah hari, tekanan jual masif mulai menghantam pasar sejak pukul 14.00 WIB. Dalam kurun waktu satu jam saja, IHSG terjun bebas dari area 5.350 hingga menembus level 5.225, bahkan sempat menyentuh titik terendah harian di 5.210,29. Meski sempat ada upaya rebound tipis di kisaran 5.275 hingga 5.300, tenaga pasar tidak cukup kuat untuk menahan laju kejatuhan tersebut.

Berdasarkan data dari Refinitiv, penyebab utama anjloknya IHSG adalah tekanan berat dari sektor infrastruktur yang merosot hingga 6 persen. Selain itu, sektor material dasar juga ikut terseret turun sebesar 3,5 persen, disusul oleh sektor teknologi yang melemah 2,9 persen. Beberapa saham "raksasa" yang menjadi beban berat bagi indeks antara lain BBRI, BMRI, TLKM, BYAN, dan BREN. Di sisi lain, saham seperti UNTR, ASII, AADI, INTP, dan HMSP justru menjadi penahan koreksi.

Secara keseluruhan, nilai transaksi perdagangan hari ini mencapai angka fantastis, yakni Rp10.083,1 miliar dengan volume transaksi sebanyak 248,57 juta lot.

Sentimen global yang penuh ketidakpastian menjadi faktor pendorong utama volatilitas ini. Di kancah internasional, ketegangan di Timur Tengah masih menjadi sorotan utama. Upaya diplomasi antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan dengan pejabat Iran di Teheran diharapkan dapat meredakan konflik. Namun, ancaman serangan dari Amerika Serikat terhadap Iran serta ketegangan di Selat Hormuz membuat investor tetap waspada.

Kondisi ini juga berdampak pada harga minyak mentah dunia. Harga minyak Brent tercatat turun 0,8 persen ke level US$115,81 per barel, sementara WTI AS merosot 1,46 persen ke level US$101,76 per barel. Meskipun harga minyak mengalami koreksi, levelnya masih tergolong tinggi akibat risiko gangguan pasokan energi global.

Di dalam negeri, Bursa Efek Indonesia (BEI) sebenarnya tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan pasar. BEI berencana memperketat pengawasan melalui kebijakan baru, termasuk pengurangan penggunaan pengumuman Unusual Market Activity (UMA) dan pengetatan investigasi transaksi mencurigakan. Salah satu kebijakan krusial adalah mulai 2 November 2026, saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) akan dikecualikan dari penghitungan IHSG guna menjaga transparansi dan likuiditas pasar modal Indonesia.

Related Post