IHSG Merosot Tajam Asing Borong Saham Ini

Author Image

Endang Wulansari

28 Oktober 2026, 08:04 WIB

Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan tren negatif pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami pelemahan yang cukup signifikan, menandai hari kedua berturut-turut indeks berada di zona merah. Penurunan ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar yang tengah memantau stabilitas ekonomi nasional di tengah fluktuasi global.

Berdasarkan data penutupan pasar, IHSG berakhir di level 5.266,13. Angka ini menunjukkan koreksi sebesar 1,99% dibandingkan penutupan sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan adanya tekanan jual yang cukup kuat di berbagai sektor saham unggulan, yang akhirnya menyeret indeks ke bawah level psikologis tertentu. Meskipun pasar terlihat lesu, aktivitas perdagangan tetap menunjukkan dinamika yang tinggi dengan volume transaksi yang mencapai 364,38 juta lot. Nilai transaksi yang berputar di lantai bursa pun menyentuh angka fantastis, yakni Rp17,94 triliun.

IHSG Merosot Tajam Asing Borong Saham Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menariknya, di tengah badai koreksi yang menghantam IHSG, pergerakan investor asing menunjukkan pola yang kontradiktif. Secara keseluruhan, investor mancanegara tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp668,26 miliar di seluruh pasar. Jika menilik lebih spesifik pada pasar reguler, aliran modal keluar atau net sell asing tercatat sebesar Rp40,62 miliar. Hal ini memperkuat indikasi adanya sentimen negatif yang membuat investor global cenderung menarik dana mereka dari pasar saham Indonesia secara umum.

Namun, jangan salah sangka. Meski secara agregat terjadi aksi jual, tidak semua saham ditinggalkan oleh investor asing. Justru terdapat fenomena unik di mana para pemain besar dari luar negeri ini terlihat melakukan strategi "belanja" pada sejumlah saham tertentu. Melalui pasar negosiasi dan pasar tunai, investor asing justru melakukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp40,62 miliar. Strategi ini mengindikasikan bahwa investor asing melihat adanya peluang atau nilai intrinsik yang menarik pada emiten-emiten tertentu di tengah harga yang sedang terkoreksi.

Fenomena ini memicu rasa penasaran para pelaku pasar mengenai saham apa saja yang menjadi incaran para investor asing tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, terdapat sepuluh saham yang mencatatkan aktivitas net foreign buy tertinggi selama perdagangan Selasa kemarin. Kehadiran aliran dana asing pada sepuluh saham ini menjadi semacam "bantalan" yang menahan agar penurunan IHSG tidak jatuh lebih dalam lagi.

Para analis menilai bahwa aksi borong asing pada saham-saham tertentu merupakan bentuk strategi buy on weakness. Investor asing tampaknya sedang melakukan akumulasi pada emiten yang dianggap memiliki fundamental kuat atau prospek pertumbuhan yang cerah di masa mendatang, meskipun kondisi pasar secara makro sedang tidak bersahabat. Bagi investor ritel, pergerakan ini bisa menjadi sinyal untuk memperhatikan saham-saham yang sedang dikoleksi oleh asing sebagai referensi strategi investasi jangka menengah hingga panjang. Melaporkan dari Jakarta, jabarpos.id.

Related Post