Jabarpos.id – Sektor jasa pertambangan kembali kedatangan pemain baru yang siap melakukan ekspansi besar-besaran melalui pasar modal. PT Andalan Artha Primanusa Tbk. atau yang dikenal dengan kode emiten ANDA, secara resmi mengumumkan rencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Langkah strategis ini diambil perusahaan untuk memperkuat struktur permodalan dan memperlancar arus kas operasionalnya.
Dalam prospektus yang telah disiapkan, perusahaan kontraktor jasa pertambangan ini berencana melepas sebanyak-banyaknya 1,676 miliar lembar saham baru ke publik. Dengan nilai nominal Rp10 per saham, jumlah saham yang ditawarkan ini merepresentasikan sekitar 25,10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor setelah proses IPO selesai dilakukan.
Terkait harga penawaran, ANDA menetapkan rentang harga yang cukup kompetitif, yakni di angka Rp158 hingga Rp189 per lembar saham. Jika seluruh saham yang ditawarkan terserap habis oleh investor pada harga tertinggi, maka perusahaan diprediksi akan meraup dana segar maksimal sebesar Rp316,76 miliar.
Also Read
Menariknya, perusahaan tidak hanya menawarkan saham biasa, tetapi juga menyertakan instrumen waran sebagai daya tarik tambahan bagi para investor. Sebanyak 239,429 juta unit Waran Seri I akan dibagikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham baru. Skemanya, setiap investor yang berhasil mendapatkan 7 saham baru hasil IPO akan menerima 1 unit Waran Seri I. Waran ini memberikan hak kepada pemiliknya untuk membeli satu saham biasa dengan harga pelaksanaan sebesar Rp695 per saham. Jika seluruh hak waran ini nantinya dieksekusi oleh investor, perusahaan berpotensi mendapatkan suntikan dana tambahan senilai Rp166,40 miliar.
Lantas, untuk apa dana segar tersebut? Manajemen telah menyusun rencana penggunaan dana yang cukup terukur. Sekitar 35 persen atau setara Rp107,01 miliar akan dialokasikan untuk melunasi kewajiban utang perusahaan. Secara spesifik, sebesar 13,74 persen atau Rp42 miliar akan digunakan untuk membayar sebagian pokok pinjaman pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Sisanya, yakni sekitar 65 persen dari total dana IPO, akan dialihkan untuk memperkuat modal kerja operasional. Dana ini sangat krusial bagi keberlangsungan bisnis kontraktor tambang, mulai dari pengadaan suku cadang alat berat, pelumas, ban truk, hingga kebutuhan bahan bakar melalui mekanisme purchase order. Selain itu, perusahaan juga akan menggunakan dana tersebut untuk menjamin kesejahteraan tenaga kerja di lapangan, termasuk pembayaran upah dan tunjangan.
Dalam aksi korporasi ini, PT Henan Putihrai Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi efek dengan komitmen penuh (full commitment). Berdasarkan jadwal yang telah disusun, masa penawaran awal akan berlangsung pada 5 hingga 17 November 2026. Setelah melewati proses pernyataan pendaftaran yang efektif pada 23 November 2026, masa penawaran umum akan digelar pada 24 hingga 27 November 2026.
Jika seluruh rangkaian berjalan sesuai rencana, saham ANDA dijadwalkan akan mulai diperdagangkan secara resmi di lantai bursa pada 1 Desember 2026. Bagi para investor yang tertarik, momen ini menjadi kesempatan untuk mengamati bagaimana performa perusahaan jasa pertambangan ini dalam memperkuat posisinya di industri energi nasional.






