Jabarpos.id, Jakarta – Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan pusat data milik Toto Sugiri dan Grup Salim, mendadak jadi buah bibir di kalangan investor. Bagaimana tidak, harganya meroket hingga menyandang status saham termahal di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, euforia ini tak berlangsung lama, BEI memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham berkode DCII ini.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Kenaikan harga saham DCII yang fantastis ini terjadi seiring dengan kinerja keuangan perusahaan yang gemilang di semester pertama tahun 2025. Namun, volatilitas harga yang dianggap tidak wajar membuat BEI mengambil langkah tegas dengan melakukan suspensi.

Menurut Equity Analyst Jabarpos.id Research, Susi Setiawati, suspensi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasar modal. "BEI berkewajiban untuk memastikan perdagangan berjalan teratur, wajar, dan efisien," ujarnya dalam program Closing Bell Jabarpos.id, Selasa (05/08/2025).
Lalu, bagaimana prospek saham DCII ke depannya? Apakah suspensi ini akan berdampak buruk bagi investor? Simak ulasan lengkapnya dalam Fundamental Pundit di program Closing Bell Jabarpos.id untuk mendapatkan jawaban dan analisis mendalam.




