Prospek cerah menyelimuti pasar keuangan Indonesia, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal mampu menembus level 9.000 pada akhir tahun 2025. Prediksi optimis ini datang dari Ridwan Soetedja, Presiden Direktur Panin Asset Management, seperti yang dilaporkan jabarpos.id dari dialognya di CNBC Indonesia. Ia melihat tren pertumbuhan yang berkelanjutan hingga tahun 2026.
Keyakinan Ridwan Soetedja tidak tanpa dasar. Menurutnya, euforia pelaku pasar domestik masih sangat terasa, mendorong penguatan IHSG secara signifikan. Selain itu, likuiditas yang kuat di pasar modal menjadi penopang utama, tercermin dari volume transaksi bursa efek yang terus meningkat. Fenomena ini diperkuat oleh lonjakan jumlah investor ritel yang aktif berpartisipasi dalam dinamika pasar.

Dalam konteks sektoral, Ridwan menyoroti saham-saham di sektor konsumsi sebagai pilihan menarik menjelang akhir tahun. Emiten yang berencana melakukan aksi korporasi juga disebut-sebut memiliki potensi cuan yang menjanjikan bagi investor. Namun, di tengah optimisme pasar saham, nilai tukar Rupiah masih menghadapi tekanan. Penguatan Dolar AS yang persisten menjadi faktor utama yang membuat mata uang Garuda terdepresiasi.
Pandangan komprehensif mengenai arah pergerakan pasar keuangan Tanah Air ini disampaikan Ridwan Soetedja dalam sebuah dialog eksklusif bersama Andi Shalini di program Squawk Box, CNBC Indonesia, pada Rabu, 10 Desember 2025.




