JABARPOS.ID – Sektor properti di Indonesia terus diuji dengan berbagai tantangan, mulai dari suku bunga tinggi yang membebani pendanaan hingga penurunan daya beli masyarakat. Kondisi ini diperkirakan masih akan membayangi bisnis properti hingga tahun 2025.
Namun, di tengah gejolak tersebut, PT Pos Properti Indonesia (Pos Properti) menunjukkan optimisme. Direktur Pos Properti Indonesia, Junita Roemawi, mengungkapkan bahwa perusahaannya mampu mencatatkan pertumbuhan berkat diversifikasi sumber pendapatan dan perluasan segmen pasar. Pos Properti kini menyasar berbagai kalangan, mulai dari residensial kelas menengah atas hingga penyewaan ruang kantor (coworking space) dan pengelolaan aset properti BUMN.

Menatap tahun 2026, Junita Roemawi meyakini bahwa prospek bisnis properti masih cukup menjanjikan. Keyakinan ini didasarkan pada proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan, serta upaya optimalisasi permodalan dan kerjasama untuk mendorong pembiayaan.
Lantas, bagaimana strategi Pos Properti menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di sektor properti? Simak selengkapnya dialog Bunga Cinka dengan Direktur PT Pos Properti Indonesia, Junita Roemawi, dalam Property Point CNBC Indonesia.




