IHSG Terjun Bebas Imbas Perang AS-Iran, Investor Panik?

spot_img

Jabarpos.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (2/3/2026), tertekan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik yang memanas ini memicu kekhawatiran di kalangan investor, mendorong aksi jual yang signifikan di pasar saham.

IHSG ditutup merosot 2,66% atau 218,66 poin ke level 8.016,83. Sebanyak 704 saham mengalami penurunan, sementara hanya 113 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan. Nilai transaksi tercatat tinggi, mencapai Rp 29,77 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 54,08 miliar saham. Kapitalisasi pasar pun ikut tergerus menjadi Rp 14.342 triliun.

Baca juga:  Direktur KB Bank Jung Ho Hen Mendadak Jual Seluruh Sahamnya, Ada Apa?
IHSG Terjun Bebas Imbas Perang AS-Iran, Investor Panik?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang mampu bertahan di zona hijau, sementara sektor lainnya terperosok ke zona merah. Saham-saham perbankan dan emiten milik Prajogo Pangestu menjadi pemberat utama IHSG. Barito Renewables Energy (BREN) dan Chandra Asri Pacific (TPIA) menjadi kontributor terbesar penurunan indeks.

Pemicu utama anjloknya IHSG adalah eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran, menyusul kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Baca juga:  Penemuan 7 Jasad di Kali Bekasi, Polda Metro Jaya: Ketujuhnya Menceburkan Diri Karena Adanya Patroli Polisi

Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini semakin memperkeruh suasana dan menambah tekanan pada pasar keuangan.

Di tengah situasi yang memanas, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp32,1 miliar di seluruh pasar pada sesi I perdagangan. Adaro Andalan Indonesia (AADI) menjadi saham dengan net buy asing terbesar.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait