Asuransi Ogah ‘All In’ ke Saham? Ini Kata OJK

spot_img

JABARPOS.ID, Jakarta – Industri asuransi didorong untuk lebih aktif berinvestasi di saham demi mendongkrak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun, ada alasan mengapa lembaga keuangan ini belum bisa menyerap saham dalam jumlah besar.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan bahwa pengaturan investasi perusahaan asuransi dan dana pensiun dirancang dengan mempertimbangkan manajemen risiko dan karakteristik masing-masing usaha.

Asuransi Ogah 'All In' ke Saham? Ini Kata OJK
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Data per Januari 2026 menunjukkan total investasi industri asuransi mencapai Rp2.564 triliun, dengan komposisi terbesar pada Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp1.444 triliun atau 54%. Deposito dan instrumen sejenis menyusul dengan Rp406 triliun (15,85%), sementara saham hanya Rp249,17 triliun (9,72%).

Baca juga:  RUU P2SK: Ada Apa di Balik Pintu Tertutup Komisi XI DPR?

"Struktur ini mencerminkan preferensi industri terhadap instrumen yang stabil dan mendukung asset liability matching," kata Ogi dalam Konferensi Pers RDK OJK di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Pada dana pensiun sukarela, total dana investasi tercatat Rp399,27 triliun atau tumbuh 7,61% secara tahunan. Komposisinya meliputi SBN sebesar Rp94 triliun (38,6%), deposito 27%, saham 5,64%, dan penempatan pada SRBI sebesar 0,73% dari total investasi. Penurunan penempatan di SRBI terjadi karena instrumen yang jatuh tempo dialihkan ke instrumen lain, termasuk SBN dan deposito. Penempatan pada deposito juga diperlukan untuk menjaga likuiditas dan memenuhi kewajiban jangka pendek, terutama pada DPLK yang membutuhkan asset liability matching.

Dari sisi kinerja, tingkat pengembalian investasi (ROI) dana pensiun tercatat 8,17% per Desember 2025 dan 0,31% pada Januari 2026. Hal ini mencerminkan pengelolaan investasi yang konservatif namun berkesinambungan.

Baca juga:  Raksasa Bank AS Terguncang AI? Bos JP Morgan Beri Jawaban Mengejutkan!

Di sektor asuransi, total investasi asuransi komersial tercatat Rp793 triliun dengan komposisi SBN sebesar 41,08%, saham 17,57%, dan reksa dana 15%. Untuk asuransi jiwa, kewajiban lebih banyak ditempatkan di SBN mencapai 42% dan saham 21,40% guna mengoptimalkan imbal hasil jangka menengah hingga panjang. Sementara itu, asuransi umum dan reasuransi cenderung lebih konservatif dalam penempatan investasi. Stabilitas suku bunga juga memberikan kepastian dalam pengelolaan instrumen investasi industri.

Baca juga:  Kinerja Pasar Modal RI Bikin Melongo

OJK menegaskan prinsip yang dikembangkan adalah diversifikasi yang sehat berdasarkan profil risiko masing-masing lembaga. Meski demikian, OJK tetap akan mendorong optimalisasi asuransi dan dana pensiun sebagai investor institusi dan melakukan evaluasi penerapan life cycle fund di industri asuransi pada semester I-2026.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait