jabarpos.id – Ketegangan geopolitik global yang meningkat, terutama antara Iran dan Israel pasca kabar duka meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei, memicu kekhawatiran akan potensi konflik yang lebih besar. Dalam situasi ekonomi yang tidak pasti ini, pakar keuangan menyarankan strategi cerdas untuk melindungi aset.
Robert Kiyosaki, penulis buku keuangan terlaris "Rich Dad Poor Dad", mengingatkan akan kemungkinan keruntuhan pasar dan depresi hebat. Menurutnya, emas, perak, dan Bitcoin (BTC) adalah benteng pertahanan terbaik dalam menghadapi badai finansial. Ia menyoroti kebijakan ekonomi yang dijalankan oleh pemerintahan AS sebagai pemicu potensi krisis.

"Gedung Putih, Departemen Keuangan AS, dan The Fed berpotensi memicu depresi hebat atau bahkan perang. Masa sulit akan datang bagi banyak orang," ujar Kiyosaki. Namun, ia menambahkan bahwa bagi mereka yang siap dan memiliki pola pikir yang tepat, depresi berikutnya bisa menjadi peluang terbaik.
Harga emas menunjukkan tren kenaikan signifikan. Pada Senin (2/3/2026) pukul 06.28 WIB, harga emas melonjak 1,4% ke US$ 5360,49 per troy ons, menembus level US$ 5300 untuk pertama kalinya sejak Desember 2025. Data Refinitiv mencatat, pada penutupan perdagangan Jumat (27/2/2026), harga emas global menguat 1,74% menjadi US$5.277,29, level tertinggi dalam sebulan terakhir. Secara mingguan, harga emas global menguat 3,41%.
Perak juga mengalami penguatan harga. Setelah sempat konsolidasi di level US$ 87-88 per troy ons, harga perak ditutup pada level tertinggi US$ 93,81 per troy ons pada Jumat (27/2/2026). Tren ini sangat signifikan mengingat pada pertengahan Februari 2026, perak masih diperdagangkan di level US$ 73,45 per troy ons.
Bitcoin (BTC) mencatatkan penurunan tajam sebesar -23% secara Year-to-Date (YTD) hingga pertengahan Februari 2026. Namun, aset Crypto Emas seperti PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT) justru melesat dengan kinerja positif +15% YTD pada periode yang sama.
Kiyosaki menyarankan untuk bekerja keras, membelanjakan uang dengan bijaksana, dan berinvestasi pada aset seperti emas, perak, dan Bitcoin sebagai cara untuk melindungi diri dan keluarga. Ia juga mengkritik investasi tradisional seperti uang kertas, saham, obligasi, reksa dana, dan ETF, yang menurutnya tidak memberikan jaminan keamanan finansial.





