jabarpos.id Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sukses mencatatkan kinerja gemilang di tahun 2025. Di tengah dinamika ekonomi yang menantang, Bank Jatim mampu mencetak laba bersih yang fantastis.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini didukung oleh strategi jitu yang diterapkan manajemen. Fokus pada pengelolaan dana murah, penerbitan obligasi, penyaluran kredit selektif, efisiensi biaya, peningkatan transaksi digital, serta pengendalian kualitas aset menjadi kunci utama.

"Untuk mewujudkan visi menjadi BPD nomor 1 di Indonesia, kami terus melanjutkan transformasi melalui lima pilar utama," ujar Winardi dalam keterangan resminya. Pilar tersebut meliputi tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan teknologi informasi dan digitalisasi proses bisnis, serta optimalisasi sinergi bisnis untuk Kelompok Usaha Bank.
Hasilnya, aset Bank Jatim per 2025 mencapai Rp 105,8 triliun, tumbuh 3,70% (YoY). Penyaluran kredit meningkat menjadi Rp 67,2 triliun atau naik 4,98% (YoY), dan dana pihak ketiga tumbuh 1,43% (YoY). Yang paling membanggakan, Bank Jatim berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,54 triliun, melonjak 20,65% dari tahun sebelumnya.
Kredit konsumer tercatat sebesar Rp 36,54 triliun atau meningkat 6,20% (YoY), dan kredit produktif sebesar Rp 30,7 triliun atau meningkat 3,55% (YoY). Fokus pada penetrasi dana murah melalui transaction banking dan bisnis ekosistem juga membuahkan hasil positif, dengan giro meningkat 12,5% (YoY) menjadi Rp 21,4 triliun dan jumlah nasabah mencapai 10,915,749 atau naik 5,64% YoY.
Secara konsolidasi, total aset Bank Jatim meningkat 42,93% (YoY) menjadi Rp 168,855 triliun, penyaluran pinjaman naik 46,65% menjadi Rp 110,503 triliun, dan laba bersih naik 24,80% (YoY) menjadi Rp 1,617 triliun.
Manajemen juga terus berupaya memperbaiki kualitas aset melalui mekanisme hapus buku sebesar Rp 1,03 triliun dengan recovery rate 18,6% atau Rp 192 miliar, serta restrukturisasi kredit sebesar Rp 4,17 triliun.
Di tahun 2025, Bank Jatim juga telah memfinalisasi seluruh tahapan menjadi induk atas 5 Bank Pembangunan Daerah (BPD), yaitu Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT.
Untuk menopang kinerja bisnis, Bank Jatim terus mengembangkan jaringan kantor cabang dan layanan digital. Pengguna JConnect Mobile mencapai 993.972 user atau tumbuh 22,40% (YoY) dengan total transaksi Rp 65,77 triliun, naik 29,55% (YoY). QRIS Bank Jatim juga mencatat pertumbuhan signifikan dengan 203.725 user dan nilai transaksi Rp 3,94 triliun atau tumbuh 47,25% (YoY).
Pemaparan Publik Kinerja Keuangan Bank Jatim Tahun 2025 telah dilaksanakan pada Senin (30/3/2026) di Jakarta, dihadiri oleh jajaran direksi Bank Jatim.





