Harga Minyak Dunia Terjun Bebas, Ada Apa Gerangan?

spot_img

Jabarpos.id – Harga minyak dunia mengalami penurunan drastis pada perdagangan hari ini, Rabu (8/4/2026), menembus level psikologis US$100 per barel. Penurunan ini memicu pertanyaan besar di kalangan pelaku pasar dan analis.

Menurut pantauan jabarpos.id dari Refinitiv, pada pukul 09.40 WIB, harga minyak mentah Brent berada di US$95,22 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di US$96,39 per barel.

Harga Minyak Dunia Terjun Bebas, Ada Apa Gerangan?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Penurunan tajam ini sangat kontras dengan kondisi sehari sebelumnya, di mana Brent masih berada di US$109,27 dan WTI di US$112,95. Artinya, dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, harga minyak telah terkoreksi lebih dari US$14 per barel. Koreksi ini menghapus seluruh kenaikan yang terjadi sejak akhir Maret, ketika Brent sempat menyentuh US$118,35 per barel.

Baca juga:  Whoosh Dapat Angin Segar, APBN Siap Jadi Penyelamat?

Pemicu utama penurunan harga minyak ini adalah perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Donald Trump dilaporkan telah menyetujui penghentian serangan terhadap Iran selama dua minggu. Kesepakatan ini juga mencakup komitmen dari Teheran untuk membuka jalur aman di Selat Hormuz.

Pasar merespons positif terhadap berita ini. Sebelumnya, kekhawatiran akan gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah telah mendorong harga minyak naik signifikan. Selat Hormuz merupakan jalur penting yang dilalui sekitar 20% dari total pasokan minyak global.

Baca juga:  BNI Siap Wujudkan Ribuan Rumah Impian

Ketika jalur tersebut dijanjikan aman, premi risiko langsung menghilang. Kontrak minyak sempat anjlok lebih dari 15% dalam perdagangan internasional setelah pengumuman gencatan senjata tersebut.

Sebelum kesepakatan tercapai, situasi sempat memanas dengan ancaman serangan besar dan gangguan terhadap kapal komersial, yang berpotensi mengganggu aliran minyak. Bahkan, situasi tersebut disebut-sebut sebagai salah satu disrupsi pasokan terbesar dalam sejarah.

Baca juga:  Saham Anak Haji Isam Kompak Terjun Bebas Ada Apa?

Ke depan, arah pasar minyak akan sangat bergantung pada realisasi kesepakatan di lapangan. Jika Selat Hormuz benar-benar kembali normal, tekanan terhadap harga minyak masih akan berlanjut. Namun, jika kesepakatan tersebut goyah, volatilitas pasar berpotensi kembali meningkat dalam waktu singkat.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait