Beranda / Berita / Reli Saham Chip Makin Panas Trader Malah Waspada

Reli Saham Chip Makin Panas Trader Malah Waspada

Reli Saham Chip Makin Panas Trader Malah Waspada

Lonjakan harga saham di sektor semikonduktor belakangan ini memang mencuri perhatian pasar global. Namun, di balik euforia tersebut, muncul sinyal kewaspadaan dari kalangan trader yang justru mulai memasang taruhan untuk potensi penurunan harga. Fenomena ini diungkapkan oleh jabarpos.id, menyoroti paradoks antara performa pasar yang gemilang dengan strategi lindung nilai yang masif.

Menurut data yang dihimpun Bloomberg, minat terhadap kontrak opsi jual atau put option pada VanEck Semiconductor ETF (SMH) menunjukkan lonjakan signifikan. Dalam dua bulan terakhir, open interest kontrak put SMH melonjak hingga mendekati 1,7 juta kontrak, sebuah rekor tertinggi sejak ETF ini diluncurkan pada tahun 2011. Angka ini kontras jauh dengan jumlah kontrak call yang beredar, yang hanya sedikit di atas 500.000 kontrak.

Baca juga:  Polemik Pembubaran Diskusi Diaspora di Kemang, Polisi Dalami Sosok Pemberi Perintah
Reli Saham Chip Makin Panas Trader Malah Waspada
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Bersamaan dengan itu, volatilitas tersirat (implied volatility) pada SMH juga terus merangkak naik, bahkan mendekati 55% pada Selasa waktu setempat, mendekati level puncaknya dalam lebih dari setahun terakhir. Zed Francis, Chief Investment Officer Convexitas, menafsirkan kondisi ini sebagai indikasi kuat bahwa mayoritas kontrak put dibeli sebagai langkah lindung nilai atau hedging.

"Orang-orang melakukan hedging terhadap reli ini ketimbang ikut mengejarnya," ujar Francis, seperti dikutip jabarpos.id. Ia menambahkan, respons perlindungan risiko semacam ini justru berpotensi membuat reli saham chip lebih berkelanjutan, bukan sekadar siklus boom and bust yang cepat naik dan cepat runtuh.

Baca juga:  Ekspansi Pasar di Tengah Gejolak Ekonomi, Emiten Cetakan Sarung Tangan Ini Bidik India dan Srilanka

Namun, peningkatan masif pada kontrak put ini tidak serta-merta mencerminkan sentimen bearish secara menyeluruh terhadap sektor semikonduktor. Tingginya minat ini juga dipengaruhi oleh mahalnya perdagangan opsi pada saham-saham chip individual yang mengalami lonjakan volatilitas ekstrem. Sebagai perbandingan, volatilitas tersirat pada sektor chip jauh melampaui indeks S&P 500 yang berada di kisaran 16%. Bahkan, beberapa saham semikonduktor secara individual, seperti Micron, mencatat implied volatility hingga mencapai 105%.

Don Kaufman, salah satu pendiri TheoTrade, menjelaskan bahwa kondisi volatilitas yang terlampau tinggi ini mendorong para trader untuk lebih memilih menggunakan ETF sektor daripada memperdagangkan saham individual. Menurutnya, strategi ini jauh lebih efisien ketimbang harus membeli opsi pada saham dengan volatilitas yang sangat mahal.

Baca juga:  Courtois Tetap 'Mogok' Bela Timnas Belgia, Pelatih Jadi Biang Kerok

Kaufman sendiri mengaku telah mengambil posisi dengan membeli strategi put spread SMH dengan strike 535/525 yang akan jatuh tempo pada akhir Agustus mendatang. Ia memandang posisinya ini sebagai taruhan terhadap potensi koreksi besar setelah reli tajam sektor semikonduktor dalam beberapa waktu terakhir.

"Saya mengambil peluang out-of-the-money untuk mengantisipasi pullback besar," tegas Kaufman. Ia berargumen bahwa reli tajam saham chip kemungkinan mulai mendekati akhir, seiring dengan tingginya valuasi dan mahalnya premi opsi di sektor tersebut. Sinyal-sinyal ini menunjukkan bahwa meskipun sektor semikonduktor terus terbang tinggi, sebagian pelaku pasar justru memilih untuk berjaga-jaga terhadap kemungkinan turbulensi di masa depan.