Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif sepanjang pekan 15-19 Juni 2026, melesat 2,82% dan ditutup di level 6.177,14. Namun, di balik penguatan pasar yang signifikan ini, pergerakan investor asing menunjukkan pola menarik. Meski secara keseluruhan membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp904,1 miliar, sejumlah saham justru menjadi target akumulasi senyap. Informasi ini dihimpun jabarpos.id dari data Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kenaikan IHSG dari level 6.007,66 pada pekan sebelumnya menjadi 6.177,14 menegaskan sentimen positif yang menyelimuti pasar modal Indonesia. Penguatan ini menjadi sorotan utama bagi para pelaku pasar, menandai pemulihan yang cukup solid di tengah dinamika ekonomi global.
Kendati demikian, data menunjukkan bahwa aliran dana asing masih didominasi penjualan bersih secara agregat. Namun, fenomena menarik terjadi pada beberapa emiten pilihan. Investor asing justru terlihat gencar mengakumulasi saham-saham tertentu dengan nilai pembelian yang tidak sedikit, mengindikasikan kepercayaan pada prospek jangka panjang emiten tersebut.
Also Read
Puncak daftar saham incaran asing dipegang oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). Saham ini mencatat akumulasi beli bersih asing terbesar, mencapai Rp3,47 triliun. Angka fantastis ini didorong oleh adanya transaksi jumbo di pasar negosiasi senilai Rp3,7 triliun, yang menunjukkan adanya kesepakatan besar di luar pasar reguler.
Menyusul di posisi kedua, raksasa perbankan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga tak luput dari bidikan asing, dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp915 miliar. Tak ketinggalan, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga menjadi favorit, membukukan akumulasi bersih sebesar Rp327,2 miliar.
Selain itu, saham properti PT Intiland Development Tbk (DILD) menarik perhatian dengan net buy Rp127,2 miliar, serta saham pertambangan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang juga diakumulasi asing sebesar Rp94,2 miliar.
Di sisi lain, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) turut mengalami peningkatan sebesar 2,51%, mencapai Rp10.788 triliun dari Rp10.524 triliun pada pekan sebelumnya. Namun, rata-rata nilai transaksi harian sedikit menurun 1,02% menjadi Rp24,81 triliun, dan rata-rata frekuensi transaksi harian menyusut 10,33% menjadi 2,24 juta kali transaksi.
Kinerja positif IHSG ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu bursa terbaik di kawasan Asia Tenggara. Dengan penguatan 2,82%, IHSG berhasil menduduki peringkat ketiga, hanya kalah dari bursa Filipina yang naik 3,81% dan Singapura yang menguat 3,32%. Hal ini menunjukkan resiliensi pasar modal Indonesia di tengah persaingan regional.






