Mobil RI Incar Pasar Raksasa Dunia

Author Image

Endang Wulansari

18 Juli 2026, 18:04 WIB

Di tengah badai ketidakpastian ekonomi global dan tekanan domestik, industri otomotif Indonesia tak menyerah. Alih-alih terpuruk, sektor ini justru memutar otak dan membidik pasar ekspor yang lebih luas, termasuk Filipina dan Meksiko, demikian informasi yang dihimpun jabarpos.id.

Pelemahan daya beli masyarakat, fluktuasi nilai tukar Rupiah, serta kenaikan suku bunga acuan menjadi sederet sentimen negatif yang membayangi prospek industri otomotif nasional menjelang tahun 2026. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari para pelaku industri.

Mobil RI Incar Pasar Raksasa Dunia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, mengakui adanya tantangan tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa industri otomotif tetap optimistis terhadap target bisnisnya, namun dengan catatan tetap waspada terhadap dampak yang mungkin timbul, terutama dari efek kenaikan suku bunga.

Kumara menambahkan, segmen kendaraan komersial dan mobil dengan harga di bawah Rp 300 juta sangat rentan terhadap perubahan harga dan efek suku bunga tinggi. Oleh karena itu, produsen dan perusahaan pembiayaan gencar menawarkan berbagai insentif dan promo menarik untuk menjaga momentum penjualan di pasar domestik.

Untuk mendongkrak penjualan di dalam negeri, Gaikindo menaruh harapan besar pada penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS). Melalui pameran akbar ini, pelaku otomotif berharap dapat mencapai target penjualan 850 ribu unit pada tahun 2026.

Selain pasar domestik, strategi kunci lainnya adalah memperkuat penetrasi ekspor. Upaya ini membuahkan hasil positif, dengan volume ekspor mobil Indonesia yang telah mencapai 251 ribu unit per Juni 2026, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Saat ini, Filipina, Vietnam, Meksiko, dan negara-negara di Timur Tengah menjadi pangsa pasar utama bagi produk otomotif buatan Indonesia. Ekspansi ke pasar-pasar ini diharapkan dapat menjadi penopang utama pertumbuhan industri di tengah gejolak ekonomi global.

Dialog mendalam mengenai dampak suku bunga tinggi terhadap sektor otomotif ini sebelumnya dibahas tuntas oleh Bunga Cinka bersama Kukuh Kumara dalam program Evening Up, CNBC Indonesia, pada Selasa, 14 Juli 2026.

Related Post