Terkuak Jurus Kaya Robert Kiyosaki Bikin Geleng Kepala

Author Image

Endang Wulansari

19 Juli 2026, 00:04 WIB

Jakarta – Penulis legendaris "Rich Dad Poor Dad," Robert Kiyosaki, kembali mencuri perhatian publik dengan nasihat finansialnya yang seringkali kontroversial. Melalui laporan jabarpos.id, banyak milenial dan Gen Z yang terinspirasi oleh visinya untuk meraih kekayaan dengan cepat, meskipun tak semua sarannya bisa ditelan mentah-mentah.

Kiyosaki dikenal sering memberikan pandangan investasi yang unik, beberapa di antaranya terbukti bermanfaat, namun ada pula yang dianggap tidak cocok untuk semua kalangan sehingga perlu disikapi dengan lebih hati-hati.

Terkuak Jurus Kaya Robert Kiyosaki Bikin Geleng Kepala
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Salah satu prinsipnya yang paling populer adalah bahwa orang kaya tidak bekerja demi uang, melainkan membuat uang bekerja untuk mereka. Pandangan ini mengajarkan bahwa uang seharusnya menjadi alat untuk mencapai kebebasan finansial, bukan sekadar tujuan akhir. Sophie Musumeci, CEO dan pendiri Real Entrepreneur Women, menyebut ajaran Kiyosaki ini sebagai titik balik dalam hidupnya. "Mayoritas perempuan yang saya bantu diajari untuk menukar waktu dengan uang – itu melelahkan dan membatasi," ujarnya.

Menurut Musumeci, sangat penting bagi kelas menengah untuk membangun aset, bukan sekadar mengandalkan pendapatan. Perubahan pola pikir ini disebut sebagai langkah awal menuju kemandirian finansial yang sesungguhnya.

Nasihat lain yang tak kalah kontroversial datang dari pernyataan Kiyosaki bahwa rumah pribadi bukanlah aset. Meskipun nilai rumah dapat meningkat, Kiyosaki berpendapat bahwa karena rumah pribadi tidak menghasilkan pendapatan, ia tak bisa disebut sebagai aset sejati. Neal K. Shah, Chairman di Counterforce Health, menyebut pandangan ini sebagai kritik yang perlu terhadap kebijaksanaan konvensional. "Jika aset harus menghasilkan pendapatan, dan liabilitas justru menguranginya, maka banyak keluarga sebenarnya lebih miskin dari yang mereka kira," kata Shah.

Namun, tidak semua pandangan Kiyosaki bisa diterima begitu saja. Salah satunya adalah klaim bahwa "kaya dan miskin ditentukan karena pelajaran uang diajarkan di rumah, bukan di sekolah." Kiyosaki menilai, keluarga adalah sumber utama pemahaman finansial, dan untuk berubah, seseorang harus belajar dari pengalaman menggunakan utang.

Di sinilah Musumeci mengingatkan, tidak semua orang siap mengambil risiko tersebut. "Memang benar bahwa utang bisa menjadi alat yang kuat di tangan yang tepat, tapi ini bukan solusi serba cocok untuk semua orang," jelas Musumeci. Ia menekankan pentingnya edukasi dan pendampingan, terutama bagi perempuan yang sedang membangun kembali kestabilan finansialnya.

Bagi Musumeci, kunci dari mengikuti nasihat Kiyosaki adalah kebijaksanaan dalam menerapkannya. "Prinsip-prinsip Kiyosaki sangat kuat, tapi harus dijalankan dengan strategi, dukungan, dan sesuai dengan fase kehidupan yang tepat," pungkasnya.

Related Post