Kabar kurang menyenangkan datang dari PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), yang bergerak di sektor properti berkonsep Transit Oriented Development (TOD). Perusahaan ini mengakui adanya keterlambatan dalam serah terima unit kepada konsumen. Melalui keterangan resmi yang diterima jabarpos.id dari Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen ADCP menyampaikan permohonan maaf atas situasi tersebut.
Manajemen ADCP menjelaskan bahwa saat ini mereka tengah menghadapi tantangan likuiditas yang signifikan, berdampak langsung pada progres penyelesaian proyek. Model bisnis pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), yang menjadi fokus ADCP, menuntut korporasi untuk menyediakan lahan luas di sekitar stasiun transportasi umum seperti Commuter Line, LRT, dan BRT, termasuk pembangunan infrastruktur pendukung yang memakan biaya besar. Pengembangan hunian sendiri dilakukan secara bertahap, mengikuti rencana pengembangan kawasan secara keseluruhan.
Selain itu, kondisi pasar properti nasional dalam beberapa tahun terakhir yang belum sepenuhnya pulih juga turut mempengaruhi tingkat penjualan produk-produk ADCP. Hal ini secara langsung berdampak pada penerimaan kas perusahaan dan kemampuan pendanaan untuk menuntaskan proyek-proyek yang sedang berjalan.
Also Read
Sebagai wujud komitmen untuk memenuhi hak-hak konsumen, ADCP telah menawarkan sejumlah alternatif penyelesaian. Opsi yang diberikan antara lain relokasi unit ke proyek lain yang tersedia, atau skema pinjam pakai sementara pada unit-unit ready stock yang siap huni.
Tak berhenti di situ, ADCP juga aktif menjajaki kerja sama strategis dengan investor dan kontraktor. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek-proyek yang tertunda, sehingga kewajiban kepada konsumen dapat dipenuhi secara bertahap dan lebih cepat.
Hingga saat ini, ADCP tercatat memiliki 13 proyek yang sedang ditangani (on hand). Dari jumlah tersebut, 6 proyek telah selesai dan beroperasi penuh, meliputi 4 apartemen, 1 proyek landed house, dan 1 menara perkantoran. Sementara proyek-proyek lainnya masih dalam tahap pembangunan (under construction).
Secara keseluruhan, total unit hunian yang dimiliki ADCP mencapai 9.839 unit. Dari angka tersebut, sebanyak 5.392 unit telah berhasil terjual. Namun, unit yang telah diserahterimakan kepada konsumen baru mencapai 2.575 unit, menyisakan sejumlah unit yang masih dalam proses serah terima dan menjadi prioritas penyelesaian perusahaan.
Sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio bisnis, ADCP tidak hanya bergantung pada penjualan unit hunian. Perusahaan juga telah mengembangkan dan mengoperasikan aset-aset komersial yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring income), memberikan stabilitas finansial di tengah fluktuasi pasar properti residensial. Salah satu contohnya adalah gedung perkantoran Office MTH 27 di Jakarta Timur dengan luas 12.546 m2 yang telah rampung. Selain itu, ADCP juga mengoperasikan sejumlah area komersial di berbagai kawasan TOD strategis, termasuk Cisauk Point, Eastern Green, dan MTH 27.






