Tabungan Valas Meledak CIMB Niaga Ungkap Rahasianya

Author Image

Endang Wulansari

26 Agustus 2026, 21:04 WIB

Minat masyarakat Indonesia terhadap tabungan valuta asing (valas) menunjukkan lonjakan signifikan, terutama di kalangan nasabah kaya atau affluent. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menjadi salah satu institusi keuangan yang merasakan langsung fenomena ini, dengan mencatat pertumbuhan dana maupun rekening valas lebih dari 20%. Demikian laporan jabarpos.id dari Jakarta, Rabu (26/8/2026), yang mengamati tren ini sebagai respons terhadap kebutuhan pasar yang kian beragam.

Data dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) turut mengkonfirmasi tren serupa di industri perbankan secara keseluruhan. Per Juni 2026, rekening dalam mata uang Dolar AS melonjak drastis hingga 185,5% secara tahunan (yoy). Seiring dengan itu, total nominal tabungan valas juga mengalami pertumbuhan dua digit, mencapai Rp1.741,46 triliun atau naik 19,5% yoy. Angka-angka ini menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat dalam mengelola aset keuangan mereka.

Tabungan Valas Meledak CIMB Niaga Ungkap Rahasianya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Noviady Wahyudi, Direktur Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga, menjelaskan bahwa peningkatan ini merupakan respons alami terhadap kebutuhan masyarakat. "Trennya sama ya. Ini salah satu kebutuhan yang memang ada di masyarakat Indonesia, terutama di affluent segment," ujar Noviady saat ditemui di sela-sela acara CIMB Niaga Wealth Xpo di Ritz Carlton Pacific Place. Ia menambahkan, kemudahan bertransaksi melalui aplikasi OCTO Mobile turut menjadi pendorong utama animo tersebut.

Aplikasi mobile banking OCTO Mobile memungkinkan nasabah memantau nilai kurs mata uang asing dan bertransaksi dengan mudah. Keunggulannya, nasabah bisa membeli valas saat kurs menguntungkan dan menggunakannya nanti, bahkan dengan jaminan rate guaranteed. "Kalau ketemu di tempat lain yang harganya lebih bagus, selisihnya kita bayar 3 kali lipat," terang Noviady, menekankan fitur unik yang ditawarkan CIMB Niaga untuk memberikan nilai tambah kepada nasabah.

Noviady juga menyoroti animo tinggi dari generasi muda terhadap tabungan valas. Mereka memanfaatkan fitur ini untuk keperluan perjalanan (traveling) atau kebutuhan lainnya, seperti memantau kurs sebelum bepergian. Pertumbuhan valas di CIMB Niaga tidak hanya terfokus pada Dolar AS, melainkan juga mata uang lain seperti Ringgit Malaysia, Won Korea, hingga Yuan China, menunjukkan diversifikasi minat nasabah yang semakin global.

Mengenai kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) baru dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026 yang mewajibkan penempatan DHE SDA 100% di bank Himbara, Noviady menyatakan dampaknya lebih terasa pada rekening valas non-ritel. Untuk nasabah individu, animo tetap tinggi. "Terutama kan sekarang misalnya dengan fluktuasi dari exchange rate. Mungkin ada keluarga dan orang tua yang anaknya sekolah di luar negeri misalnya. Yang memang ada kebutuhan," jelasnya, mengindikasikan bahwa kebutuhan personal tetap menjadi pendorong utama.

Pertumbuhan rekening valas di CIMB Niaga sendiri telah berlangsung konsisten selama 24 bulan terakhir, menunjukkan bahwa minat terhadap mata uang asing bukan sekadar tren sesaat, melainkan kebutuhan yang semakin beragam di tengah masyarakat yang semakin terhubung dengan ekonomi global.

Related Post