Rahasia Keuangan Lampung Terkuak

Author Image

Endang Wulansari

4 September 2026, 21:04 WIB

Bandar Lampung – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggagas perhelatan akbar Lampung Financial Festival 2026, sebuah inisiatif strategis untuk mendongkrak literasi keuangan masyarakat di Bumi Ruwa Jurai. Acara yang akan berlangsung pada 5-6 September 2026 ini diharapkan menjadi katalisator peningkatan pemahaman publik mengenai pentingnya penjaminan simpanan dan pengelolaan keuangan yang bijak. Informasi ini dihimpun jabarpos.id dari konferensi pers yang digelar di Novotel Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, mengungkapkan alasan di balik pemilihan Lampung sebagai tuan rumah festival tahunan ini. Berdasarkan pemetaan mendalam yang dilakukan LPS, tingkat literasi penjaminan simpanan di Lampung masih berada di bawah rata-rata nasional.

Rahasia Keuangan Lampung Terkuak
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Ini bukan keputusan mendadak. Ini adalah bagian dari program tahunan kami, di mana kami mengadakan festival keuangan dua kali setahun," jelas Anggito dalam Press Conference Lampung Financial Festival 2026.

Survei terbaru menunjukkan bahwa secara nasional, sekitar 62,5% masyarakat memiliki pengetahuan tentang adanya jaminan terhadap simpanan di bank. Artinya, enam dari sepuluh orang memahami bahwa dana mereka di perbankan terlindungi. Namun, angka tersebut sedikit lebih rendah di Lampung, yakni sekitar 58,5%.

"Tingkat literasi nasional mengenai penjaminan simpanan mencapai 62,5%. Di Lampung, angkanya 58,5%, yang berarti masih di bawah rata-rata nasional," papar Anggito. Capaian ini menempatkan Lampung dalam kelompok daerah yang memerlukan intervensi literasi yang lebih intensif.

Anggito juga menyoroti adanya kesenjangan signifikan antara masyarakat yang mengetahui simpanannya dijamin dengan mereka yang memahami secara spesifik lembaga mana yang memberikan jaminan tersebut. Secara nasional, 62,6% masyarakat menyadari simpanan di bank dijamin, namun hanya 46,3% yang mengetahui bahwa LPS adalah penjaminnya.

"Mereka tahu 62% dijamin, tapi yang tahu kalau dijamin oleh LPS hanya 46,3%. Ada celah besar yang harus kita tutup melalui program literasi," tegasnya.

Melalui festival ini, LPS berharap masyarakat Lampung dapat lebih memahami berbagai ketentuan terkait penjaminan simpanan, mulai dari jumlah maksimal yang dijamin, batas penjaminan, hingga jenis simpanan yang termasuk atau tidak termasuk dalam cakupan penjaminan. Pemahaman yang komprehensif ini diharapkan mendorong nasabah untuk lebih berhati-hati dalam menyimpan uangnya di bank.

LPS menargetkan peningkatan signifikan pada tingkat literasi masyarakat Lampung pasca-festival. Target internal lembaga ini adalah tidak hanya melampaui posisi saat ini, tetapi juga melewati rata-rata nasional. "Indikator kinerja utama (KPI) kami bersifat internal, namun yang jelas harus ada peningkatan dibanding kondisi sekarang dan harus lebih baik dari rata-rata nasional," kata Anggito.

Peningkatan literasi keuangan ini diharapkan mampu menekan risiko keuangan yang dihadapi masyarakat, mendorong kebiasaan menabung, serta memperkuat kesadaran bahwa dana simpanan di bank dijamin oleh LPS.

Untuk mengukur efektivitas program, LPS akan melakukan survei pasca-acara terhadap responden di Lampung melalui lembaga independen. Evaluasi serupa sebelumnya telah dilakukan di Yogyakarta, yang berhasil menarik lebih dari 10.000 pengunjung. Untuk Lampung Financial Festival 2026, LPS menargetkan sekitar 8.500 pengunjung.

Selain penjaminan simpanan, Anggito juga mengungkapkan rencana LPS untuk memperluas materi edukasi seiring dengan program penjaminan polis asuransi yang akan datang. Ini menandakan peran LPS yang semakin meluas dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

Setelah sukses di Surabaya, Medan, dan Yogyakarta, LPS bersama CNBC Indonesia kembali menggelar Financial Festival di Lampung pada 5-6 September 2026. Pendaftaran telah dibuka sejak 18 Agustus 2026. Acara ini akan mempertemukan pemangku kepentingan sektor keuangan, mulai dari pembuat kebijakan, regulator, pelaku industri, akademisi, hingga masyarakat luas, untuk berdiskusi dan mendorong peningkatan literasi keuangan.

Sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan, LPS memiliki amanat besar untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Terlebih, masih ada lebih dari 15 juta penduduk usia produktif di Indonesia yang belum memiliki rekening simpanan. LPS berkomitmen mendukung program agar setiap warga negara memiliki akses ke layanan perbankan.

Lampung Financial Festival 2026 akan dimeriahkan dengan beragam kegiatan menarik, seperti business talks, educational class, stand up comedy, dan konser. Jangan lewatkan kesempatan emas ini, daftar sekarang juga karena acara ini gratis.

Related Post