Jakarta – PT Brantas Abipraya (Persero) mengambil langkah progresif dalam penataan struktur anak usahanya, PT Brantas Energi. Melalui keputusan strategis, dua entitas, PT Buana Enjiniring Konsultan (BEK) dan PT Guna Rogate Indah (GRI), kini resmi bergabung ke dalam PT Graha Investama Bersama (GIB). Informasi ini didapatkan oleh jabarpos.id pada Jumat (4/9/2026), sebagai bagian dari persiapan jelang konsolidasi besar BUMN Karya.
Melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang telah diselenggarakan, GIB secara resmi ditetapkan sebagai entitas penerima penggabungan. Konsekuensinya, seluruh aset dan kewajiban dari BEK serta GRI kini secara hukum beralih kepada GIB, sekaligus mengakhiri status badan hukum kedua perusahaan tersebut.
Dampak langsung dari aksi korporasi ini terlihat pada peningkatan signifikan modal ditempatkan dan disetor GIB, yang melonjak dari Rp163,94 miliar menjadi Rp194,20 miliar.
Also Read
Purnomo, Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal PT Brantas Abipraya (Persero), menegaskan bahwa restrukturisasi ini merupakan elemen krusial dari program perampingan anak usaha Brantas Abipraya. Langkah ini selaras dengan visi transformasi yang digariskan oleh BP BUMN dan BPI Danantara, serta arahan COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, yang menekankan pentingnya penataan struktur dan fokus bisnis demi membangun perusahaan yang lebih sehat dan kompetitif.
Purnomo menambahkan, dengan struktur yang lebih ramping dan fokus bisnis yang semakin tajam, Brantas Abipraya diyakini akan bertransformasi menjadi perusahaan konstruksi yang tidak hanya profesional dan sehat, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nilai yang lebih besar bagi masyarakat dan kemajuan pembangunan di Indonesia.
Aksi korporasi ini, menurut Purnomo, bukanlah sekadar langkah administratif, melainkan sebuah upaya fundamental untuk menciptakan struktur entitas usaha yang lebih efektif. Tujuannya adalah memastikan setiap unit usaha memiliki fungsi dan kontribusi yang jelas, selaras dengan strategi besar perusahaan.
Senada dengan Purnomo, Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, mengungkapkan harapannya bahwa konsolidasi melalui penggabungan BEK dan GRI ke dalam GIB akan mewujudkan struktur usaha yang lebih sederhana dan memperkuat sinergi dalam ekosistem Brantas Abipraya. "Kami ingin memastikan bahwa setiap entitas dalam ekosistem Brantas Abipraya benar-benar memberikan kontribusi terhadap penciptaan nilai," ujarnya.
Dian melanjutkan, "Oleh karena itu, penataan portofolio dan konsolidasi menjadi bagian integral dari perjalanan transformasi perusahaan kami untuk menjadi lebih tangkas (agile), kompetitif, dan berkelanjutan di masa depan."
Selain aspek penggabungan, RUPSLB juga mengesahkan perubahan Anggaran Dasar GIB serta menetapkan susunan pengurus baru yang akan memimpin GIB ke depan. Satria Gunawan ditunjuk sebagai Komisaris dan Joko Widiyantoro sebagai Direktur, efektif berlaku sejak 4 September 2026.
Menutup pernyataannya, Dian Sovana menekankan pentingnya konsistensi dalam eksekusi transformasi di lingkungan BUMN. "Brantas Abipraya akan senantiasa memastikan setiap langkah penataan dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik, memperhatikan kepentingan seluruh pemangku kepentingan, dan pada akhirnya, bertujuan untuk menciptakan perusahaan yang lebih kokoh serta memberikan nilai yang semakin besar bagi negara," pungkas Dian.






