Terungkap Batas Ideal Uang di Rekening Bank Jangan Sampai Rugi

Author Image

Endang Wulansari

6 September 2026, 12:04 WIB

Jakarta – Mayoritas masyarakat Indonesia masih menjadikan rekening tabungan bank sebagai tempat utama menyimpan dana. Kemudahan akses dan likuiditas tinggi menjadi alasan kuat di balik pilihan ini, terutama untuk menjaga stabilitas finansial harian di tengah gejolak ekonomi global. Namun, menurut laporan yang diterima jabarpos.id, menyimpan terlalu banyak uang di satu rekening ternyata menyimpan risiko yang tidak disadari banyak orang.

Para ahli keuangan mengingatkan, menimbun dana dalam jumlah besar di rekening bank biasa justru dapat mengundang berbagai ancaman. Mulai dari risiko kejahatan siber yang semakin canggih, potensi kesalahan dalam transaksi, hingga yang paling sering luput dari perhatian: nilai uang yang terus tergerus oleh laju inflasi jika tidak dialokasikan ke instrumen investasi yang lebih produktif.

Terungkap Batas Ideal Uang di Rekening Bank Jangan Sampai Rugi
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pertanyaan krusial pun muncul: berapakah sebenarnya batasan nominal atau porsi ideal yang aman dan bijak untuk disimpan di rekening bank?

Jessica Goedtel, seorang perencana keuangan bersertifikat dari Pennsylvania, Amerika Serikat, menyarankan agar dana yang tersimpan di rekening tabungan cukup untuk membiayai kebutuhan hidup atau tagihan rutin selama satu bulan penuh. Ia menekankan, "Rekening tabungan sering kali tidak memiliki perlindungan sekuat kartu kredit," yang berarti proses pengembalian dana akan jauh lebih sulit jika terjadi pembobolan.

Menimbun uang tunai dalam jumlah besar di rekening utama untuk transaksi harian bukanlah strategi finansial yang cerdas, demikian pandangan Gregory Guenther, perencana keuangan lainnya. Ia merekomendasikan agar dana di rekening utama cukup untuk kebutuhan satu hingga dua minggu saja. Sisa kekayaan sebaiknya dialokasikan ke instrumen investasi yang menawarkan imbal hasil lebih produktif.

"Jika saldo terlalu sedikit, Anda akan merasa cemas setiap kali bertransaksi; namun jika terlalu banyak, Anda kehilangan peluang pertumbuhan kekayaan dari akun dengan imbal hasil yang lebih tinggi," jelas Gregory. Ia menambahkan, titik keseimbangan ini bersifat personal, namun tujuannya adalah kenyamanan tanpa perlu terus-menerus memeriksa saldo sebelum membeli kebutuhan sehari-hari.

Penting untuk membedakan antara dana operasional yang mengendap di rekening harian dengan pos dana darurat. Keduanya memiliki fungsi dan prinsip pengelolaan yang sangat berbeda.

Dana darurat dirancang khusus untuk menghadapi pengeluaran tak terduga dan mendesak, seperti biaya medis darurat atau sebagai bantalan saat terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Para perencana keuangan menyarankan agar dana ini disisihkan setara dengan tiga hingga enam bulan pengeluaran rutin. Penyimpanannya pun harus dipisahkan dari rekening harian, idealnya di instrumen yang tetap likuid namun menawarkan bunga lebih tinggi, seperti rekening tabungan khusus atau deposito jangka pendek, memastikan dana siap sedia tanpa mengorbankan potensi pertumbuhan.

Related Post