Dolar AS Menggila Pasar Indonesia Oleng

Author Image

Endang Wulansari

17 September 2026, 12:31 WIB

Gelombang tekanan hebat melanda pasar keuangan global, tak terkecuali Indonesia, menyusul keputusan Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya. Berdasarkan pantauan jabarpos.id, pada perdagangan Kamis (17/09) pukul 10:03 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat koreksi signifikan, menyentuh level 6.434. Bersamaan dengan itu, nilai tukar Rupiah juga terpuruk, anjlok hingga ke angka Rp 17.753 per Dolar AS.

Keputusan The Fed ini memang telah lama menjadi sorotan utama para pelaku pasar. Kenaikan suku bunga di Amerika Serikat secara inheren membuat aset berdenominasi Dolar AS menjadi lebih menarik, memicu potensi arus modal keluar (capital outflow) dari pasar negara berkembang seperti Indonesia. Kondisi ini secara langsung memberikan tekanan ganda, baik terhadap pasar saham maupun mata uang domestik, menciptakan sentimen negatif yang kuat di kalangan investor.

Dolar AS Menggila Pasar Indonesia Oleng
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Para investor dan analis kini tengah mencermati dengan saksama sentimen-sentimen lain yang berpotensi memperparah atau meredakan tekanan ini. Selain kebijakan moneter The Fed, faktor-faktor domestik dan global lainnya juga turut menjadi penentu arah pergerakan pasar ke depan. Analisis mendalam mengenai dinamika ini, termasuk potensi dampaknya terhadap ekonomi makro, sebelumnya telah diulas oleh Mercy Widjaja dalam program Profit di CNBC Indonesia, yang disiarkan pada Kamis (17/09).

Related Post