Emas Ratusan Ton Pindah Lokasi Bank Sentral Buka Suara

Author Image

Endang Wulansari

21 September 2026, 02:04 WIB

Jakarta – Sebuah langkah strategis yang mengejutkan diambil oleh Bank Sentral Belanda (DNB) dengan merelokasi sekitar 86 ton cadangan emasnya. Dari Amerika Serikat dan Kanada, kini harta karun tersebut berlabuh di London, Inggris. Keputusan ini, seperti dilaporkan jabarpos.id, diambil di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan gejolak perdagangan global yang kian pekat.

DNB secara gamblang menyebutkan bahwa "kerusuhan geopolitik yang meningkat" menjadi pendorong utama di balik pergeseran signifikan ini. Emas-emas tersebut kini disimpan di Bank of England, melalui sebuah operasi yang berlangsung selama beberapa bulan. Pertimbangan utamanya adalah kemudahan akses dan likuiditas. Emas yang tersimpan di London dianggap lebih mudah diperdagangkan saat terjadi krisis, menjadikannya aset yang lebih responsif dalam situasi darurat.

Emas Ratusan Ton Pindah Lokasi Bank Sentral Buka Suara
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Proses relokasi yang kompleks ini berlangsung antara bulan Maret hingga Agustus. Sebanyak 27 ton emas batangan dipindahkan secara fisik dari fasilitas di New York dan Ottawa menuju Zeist, Belanda, sebelum akhirnya dikirim ke London. Menariknya, emas tersebut tidak perlu dilebur ulang karena batangan dengan kuantitas dan kualitas serupa dapat langsung dipindahkan, menunjukkan efisiensi dalam prosesnya.

Sementara itu, sebagian cadangan lainnya dialihkan melalui mekanisme pasar. DNB memilih untuk menjual emas di New York dan secara bersamaan membeli kembali dalam jumlah yang setara di London. Strategi ini memungkinkan DNB untuk menyebarkan risiko yang terkait dengan relokasi fisik emas yang sedemikian rumit, sekaligus menghindari keharusan mengangkut seluruh volume emas melintasi Samudra Atlantik.

Meski tidak merinci secara spesifik situasi apa yang menjadi pemicu utama "kerusuhan geopolitik" yang dimaksud, langkah DNB ini terjadi di tengah memanasnya hubungan dagang antara AS dan Kanada. Kedua negara sempat mengalami kebuntuan negosiasi perdagangan yang berujung pada penerapan tarif baru, menambah lapisan ketidakpastian dalam lanskap ekonomi global.

DNB menegaskan bahwa emas yang disimpan di Bank of England "dianggap sebagai emas yang paling mudah diperdagangkan di dunia." Oleh karena itu, ketersediaan emas di London dinilai jauh lebih mudah diakses dan diuangkan dalam kondisi krisis dibandingkan cadangan yang sebelumnya tersimpan di AS atau Kanada.

Sebelum relokasi ini, distribusi cadangan emas DNB cukup tersebar: sekitar 31,3% di New York dan 19,7% di Ottawa. Setelah pemindahan, porsi di kedua lokasi tersebut kini turun menjadi masing-masing 18,5%. Sebaliknya, porsi emas di London melonjak signifikan dari 18,1% menjadi 32,1%. DNB juga masih menyimpan 30,8% cadangannya di Belanda. Secara keseluruhan, total cadangan emas Belanda tercatat mencapai 612,4 ton, dengan nilai sekitar €72,2 miliar. Keputusan ini mencerminkan strategi proaktif DNB dalam mengelola aset nasional di tengah dinamika global yang terus berubah.

Related Post