Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan tren negatif pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat hingga menyentuh level psikologis yang cukup mengkhawatirkan, yakni di angka 6.300. Berdasarkan data penutupan perdagangan pada Senin (21/9/2026), indeks mencatatkan koreksi sebesar 0,88% dan berakhir di level 6.384,73.
Penurunan ini menjadi sinyal waspada bagi para pelaku pasar, mengingat level 6.300 merupakan titik krusial yang sering menjadi acuan psikologis bagi investor dalam menentukan arah pergerakan pasar ke depan. Jika level ini terus tergerus, maka sentimen negatif di pasar modal diprediksi akan semakin meluas.
Aktivitas Transaksi yang Lesu
Also Read
Meskipun terjadi penurunan yang cukup signifikan, volume transaksi yang tercatat di bursa tergolong tidak terlalu ramai. Nilai transaksi yang mengalir di pasar modal hanya menyentuh angka Rp11,84 triliun. Adapun jumlah saham yang berpindah tangan mencapai 26,90 miliar lembar saham, dengan total frekuensi transaksi sebanyak 1,83 juta kali.
Kondisi pasar saat ini menunjukkan dominasi tekanan jual dibandingkan tekanan beli. Tercatat sebanyak 354 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 280 saham yang mampu bertahan dan menguat. Sementara itu, sebanyak 156 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan sepanjang sesi perdagangan berlangsung.
Aksi Amunisi Jual Investor Asing
Penyebab utama merosotnya IHSG kali ini diduga kuat berasal dari aksi jual masif yang dilakukan oleh investor asing. Para pemodal internasional tercatat melakukan net foreign sell atau penjualan bersih dengan nilai yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp510,07 miliar.
Jika dirinci, tekanan jual ini sebagian besar terjadi di pasar reguler dengan nilai mencapai Rp503,12 miliar. Sementara itu, di pasar negosiasi dan pasar tunai, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp6,94 miliar. Aliran modal keluar (capital outflow) yang besar ini menjadi faktor utama yang menarik indeks turun ke level terendahnya.
Daftar Saham yang Dilepas Asing
Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, aksi jual asing ini tidak merata di seluruh sektor, namun terkonsentrasi pada sejumlah saham blue chip dan saham dengan kapitalisasi pasar besar lainnya. Kehadiran asing yang kompak melepas kepemilikannya di 10 saham utama menjadi salah satu pemicu utama tekanan jual di pasar reguler.
Meskipun daftar lengkap saham yang dilepas asing terus bergerak dinamis mengikuti arus pasar, fenomena ini memberikan pesan kuat bahwa investor global sedang melakukan aksi ambil untung (profit taking) atau melakukan reposisi portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi global. Para investor lokal kini disarankan untuk lebih waspada dan memperhatikan level support terdekat guna mengantisipasi volatilitas pasar yang lebih tinggi di hari perdagangan berikutnya.






