SR025 Ludes Diserbu Investor

Author Image

Endang Wulansari

22 September 2026, 06:31 WIB

Pemerintah mencatat sejarah baru dalam penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel. Seri SR025 berhasil meraup penjualan fantastis senilai Rp 29,77 triliun, menjadikannya yang terbanyak sepanjang sejarah. Informasi ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, sebagaimana dilaporkan jabarpos.id pada Senin (21/9/2026).

Angka penjualan yang memukau ini terbagi atas dua seri, yaitu SR025T3 dengan tenor 3 tahun yang menyumbang Rp 24,93 triliun, dan SR025T5 dengan tenor 5 tahun sebesar Rp 4,83 triliun. Proses setelmen untuk kedua seri ini dijadwalkan akan rampung pada 23 September 2026.

SR025 Ludes Diserbu Investor
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Suminto mengungkapkan, antusiasme investor terhadap SR025 sangat luar biasa. Selama masa penawaran yang berlangsung dari 21 Agustus hingga 16 September 2026, total investor yang berpartisipasi mencapai 93.548 orang. "Ini adalah jumlah investor tertinggi sepanjang sejarah penerbitan SBSN Ritel, sekaligus volume penjualan tertinggi dalam satu dekade terakhir," tegas Suminto.

Data menunjukkan, basis investor SR025 sangat luas dan inklusif. Sebanyak 21.582 investor, atau sekitar 23,07% dari total, merupakan investor baru di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Partisipasi investor tersebar merata di seluruh 38 provinsi di Indonesia.

Secara demografi, generasi Y atau milenial mendominasi dengan kontribusi 49,11% dari total investor, diikuti oleh perempuan yang mencapai 56,66%. Mayoritas pemesan SR025 berasal dari kalangan pegawai swasta, yakni sebesar 33,66%.

Daya tarik SR025 tidak lepas dari imbal hasil yang kompetitif dan skema pembayaran yang menguntungkan. Untuk seri SR025T3, pemerintah menawarkan kupon tetap (fixed rate) sebesar 6,80% per tahun. Sementara itu, seri SR025T5 yang memiliki tenor lebih panjang menawarkan imbalan yang sedikit lebih tinggi, yaitu 6,90% per tahun.

Kedua seri ini menjanjikan pembayaran kupon secara periodik setiap tanggal 10 setiap bulannya. Pembayaran imbalan pertama akan dilakukan pada 10 Oktober 2026, dengan perhitungan short coupon mengingat periode penerbitan yang belum genap satu bulan penuh.

SR025T3 akan jatuh tempo pada 10 September 2029, sedangkan SR025T5 pada 10 September 2031. Investor dapat memulai pemesanan dengan nominal minimum Rp 1 juta dan kelipatannya. Terdapat perbedaan batas maksimum pemesanan: SR025T3 dibatasi hingga Rp 5 miliar per investor, sementara SR025T5 mencapai Rp 10 miliar per investor.

Skema ini secara strategis dirancang untuk menjangkau investor individu dari skala kecil hingga menengah, sejalan dengan visi pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik dan memperluas basis investor ritel di dalam negeri.

Related Post