Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia dikejutkan dengan pergerakan tajam saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN). Emiten yang bergerak di sektor properti ini mengalami tekanan jual yang cukup signifikan setelah muncul kabar mengenai pengunduran diri salah satu tokoh penting di jajaran dewan komisarisnya, Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo.
Berdasarkan pantauan pergerakan harga di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TRIN terpantau anjlok sebesar 6,72 persen atau setara dengan penurunan 16 poin. Harga saham tersebut merosot hingga menyentuh level Rp222 per lembar pada perdagangan siang hari. Sentimen negatif ini tampaknya dipicu oleh reaksi investor terhadap pengumuman mundurnya Rahayu Saraswati dari posisi Komisaris Utama.
Jika menilik dinamika perdagangan hari ini, saham TRIN sebenarnya sempat dibuka pada level Rp240. Bahkan, pada sesi pagi hari, harga sempat menunjukkan tren penguatan hingga menyentuh titik tertinggi di angka Rp248. Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama. Tekanan jual yang masif membuat harga berbalik arah dan sempat menyentuh level terendah di angka Rp214 sebelum akhirnya stabil di posisi saat ini.
Also Read
Secara fundamental, perusahaan ini memiliki kapitalisasi pasar yang mencapai Rp1,01 triliun. Namun, investor perlu memperhatikan bahwa rasio harga terhadap laba (Price to Earnings Ratio/PE Ratio) TRIN berada di angka yang cukup tinggi, yakni 51,50 kali. Dalam rentang waktu 52 pekan terakhir, saham ini memiliki volatilitas yang sangat tinggi dengan pergerakan harga yang sangat lebar, yakni antara Rp195 hingga Rp1.975 per saham.
Melalui keterbukaan informasi yang disampaikan kepada BEI, pihak manajemen mengonfirmasi bahwa perusahaan telah menerima surat pengunduran diri Rahayu Saraswati pada 7 Oktober 2026. Keputusan mengenai pengunduran diri ini nantinya akan difinalisasi melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sesuai dengan ketentuan hukum dan anggaran dasar perusahaan yang berlaku.
Meski secara jabatan akan melepaskan tanggung jawabnya sebagai Komisaris Utama, manajemen menegaskan bahwa Rahayu tetap akan menjalankan tugasnya hingga proses transisi dinyatakan efektif. Menariknya, meskipun tidak lagi berada di jajaran pengurus, Rahayu tetap memegang status sebagai pemegang saham TRIN, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini memberikan sinyal bahwa hubungan antara tokoh tersebut dengan perusahaan tidak sepenuhnya terputus.
Pihak manajemen juga memberikan jaminan kepada para pemegang saham bahwa mundurnya Rahayu tidak akan mengganggu stabilitas operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan secara material. Visi besar yang selama ini dibawa Rahayu, seperti pengembangan properti ramah lingkungan dan penguatan perspektif perempuan dalam desain arsitektur, diklaim akan tetap menjadi komitmen manajemen ke depan.
Kini, pasar tengah menunggu hasil resmi dari RUPSLB yang akan menentukan arah kepemimpinan baru di jajaran komisaris TRIN. Investor diharapkan tetap waspada terhadap fluktuasi harga saham yang mungkin terjadi selama masa transisi kepemimpinan ini berlangsung.






