Strategi HSBC Kejar Nasabah Tajir

Author Image

Endang Wulansari

11 Oktober 2026, 10:31 WIB

Jabarpos.id – Langkah strategis tengah diambil oleh PT Bank HSBC Indonesia di tengah rencana besar perusahaan untuk melakukan transisi bisnis. Meski telah mengumumkan rencana pelepasan unit bisnis ritelnya kepada PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP), bank raksasa asal Inggris tersebut justru terlihat semakin agresif dalam membidik pasar nasabah kelas atas atau affluent.

Salah satu bukti nyata dari ambisi ini adalah penyelenggaraan pameran promo wisata bergengsi, HSBC-ANA Travel Fair 2026 periode Oktober. Gelaran ini bukan sekadar ajang promosi biasa, melainkan sebuah langkah untuk memperkuat posisi bank di segmen nasabah kaya serta segmen emerging affluent sebelum proses transisi ke OCBC Indonesia rampung sepenuhnya.

Strategi HSBC Kejar Nasabah Tajir
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Head of Marketing & Customer, IWPB, HSBC Indonesia, Fransisca Arnan mengungkapkan bahwa pihaknya menetapkan target yang sangat ambisius untuk periode ini. HSBC menargetkan pertumbuhan total transaksi yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, dengan proyeksi kenaikan mencapai 44% secara year on year (yoy).

"Memang benar kami sudah mengumumkan bahwa HSBC akan bertransisi ke OCBC pada tahun depan. Namun, selama masa transisi ini, fokus utama kami tetap pada nasabah. Kami ingin memastikan bagaimana caranya kami bisa terus memenuhi segala kebutuhan nasabah," ujar Fransisca dalam sebuah sesi media di Jakarta Pusat.

Menurut Fransisca, rencana divestasi unit ritel tidak berarti HSBC akan mengabaikan layanan kepada nasabahnya. Sebaliknya, periode ini justru dianggap sebagai momentum krusial untuk memastikan proses transisi berjalan mulus dan memberikan pengalaman terbaik bagi nasabah. HSBC berkomitmen untuk tetap mempertahankan nilai tambah (value add) yang selama ini menjadi keunggulan mereka, sehingga nasabah tidak merasa kehilangan kualitas layanan meskipun terjadi perubahan kepemilikan.

Untuk menjangkau target pasar yang diinginkan, HSBC-ANA Travel Fair 2026 periode Oktober ini digelar secara serentak di dua lokasi prestisius, yakni Central Park Mall dan Plaza Indonesia. Dalam pameran ini, nasabah ditawarkan berbagai kemudahan mulai dari paket liburan, tur darat, hingga akomodasi hotel dengan skema menarik seperti beli satu gratis dua, cashback, flash sale, hingga fasilitas cicilan 0%.

Di sisi lain, rencana akuisisi oleh OCBC Indonesia mencakup aset dan liabilitas yang sangat besar dari sektor retail banking dan wealth management milik HSBC. Total nilai aset yang akan dialihkan mencapai Rp89,8 triliun, yang mencakup simpanan nasabah, produk investasi seperti obligasi dan reksa dana, asuransi, kartu kredit, hingga pinjaman ritel.

Secara detail, nilai investasi nasabah dalam bentuk obligasi, reksa dana, dan asuransi mencapai Rp58,2 triliun, sementara simpanan nasabah tercatat sebesar Rp31,6 triliun. Transaksi besar ini juga diprediksi akan menambah kekuatan SDM OCBC Indonesia dengan penambahan sekitar 1.300 karyawan baru. Proses transisi ini ditargetkan akan selesai sepenuhnya pada semester I-2027 mendatang.

Related Post