Wacana Rating Mandiri Bursa Saham RI

Author Image

Endang Wulansari

1 November 2026, 15:04 WIB

Jabarpos.id – Dinamika pasar modal Indonesia tengah berada di persimpangan jalan yang krusial. Di tengah upaya pemerintah memperkuat kredibilitas pasar saham domestik, muncul sebuah wacana strategis mengenai rencana pembentukan sistem penilaian atau rating bursa secara mandiri. Langkah ini dipandang sebagai salah satu upaya untuk memperkokoh posisi Indonesia di mata dunia sekaligus membentengi pasar keuangan nasional dari risiko penurunan status.

CEO Sucor Sekuritas, Bernardus Wijaya, menyoroti bahwa transformasi pasar modal Indonesia harus difokuskan pada penguatan kepercayaan investor. Menurutnya, kunci utama untuk menjaga stabilitas pasar adalah dengan memastikan bahwa pasar saham Indonesia memiliki kredibilitas yang tinggi. Hal ini menjadi sangat mendesak mengingat adanya ancaman nyata jika Indonesia gagal mempertahankan statusnya dan justru terdegradasi menjadi standalone market.

Wacana Rating Mandiri Bursa Saham RI
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Jika Indonesia jatuh ke status standalone market, maka akses pasar modal akan menjadi lebih terbatas dan tidak lagi terintegrasi secara penuh dengan arus modal global yang dinamis. Kondisi ini tentu akan merugikan ekosistem investasi nasional dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penguatan otoritas bursa dan pemerintah dalam melakukan transformasi struktural menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

Terkait ide pembuatan rating bursa sendiri, Bernardus memberikan pandangan yang cukup kritis namun realistis. Ia mengakui bahwa secara teknis, Indonesia tentu memiliki kemampuan untuk membentuk sistem penilaian mandiri. Namun, tantangan terbesarnya bukan terletak pada proses pembuatan sistem tersebut, melainkan pada aspek penerimaan global. Pertanyaan besarnya adalah, mampukah rating yang disusun oleh otoritas dalam negeri ini diakui dan dipercaya oleh para pelaku pasar internasional?

Dalam dunia keuangan global, kepercayaan adalah mata uang utama. Jika sebuah sistem penilaian tidak mendapatkan legitimasi dari investor asing, maka fungsi dari rating tersebut akan menjadi sia-sia. Bernardus menekankan bahwa saat ini, prioritas utama seharusnya adalah memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah internasional. Salah satu langkah konkret yang perlu diambil adalah meningkatkan intensitas negosiasi dengan lembaga indeks global seperti MSCI.

Upaya meningkatkan kredibilitas melalui MSCI diharapkan dapat mendorong kenaikan status pasar saham Indonesia, yang pada gilirannya akan menarik lebih banyak aliran modal asing. Selain itu, pemerintah juga perlu menciptakan ekosistem yang memungkinkan institusi besar seperti Danantara hingga dana pensiun untuk masuk dan memperkuat likuiditas di pasar saham domestik.

Dengan memperkuat fondasi internal dan meningkatkan daya saing eksternal, Indonesia diharapkan tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu naik kelas menjadi destinasi investasi utama di kawasan Asia. Penguatan kepercayaan investor inilah yang nantinya akan menjadi perisai terkuat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Related Post