Laba PT Timah Melejit Drastis Berkat Harga Global

Author Image

Endang Wulansari

1 November 2026, 15:32 WIB

Jabarpos.id – Kabar membanggakan datang dari sektor pertambangan nasional. Emiten tambang pelat merah, PT Timah (Persero) Tbk. (TINS), baru saja melaporkan lonjakan kinerja keuangan yang sangat signifikan pada kuartal III tahun 2026. Perusahaan tambang timah terbesar di Indonesia ini berhasil membukukan laba bersih yang melesat tajam, didorong oleh kondisi pasar komoditas global yang sedang sangat menguntungkan.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, TINS mencatatkan laba bersih mencapai angka fantastis, yakni Rp4,12 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, angka ini menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa hingga 584 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY). Pencapaian ini menjadi bukti kuat bagaimana perusahaan mampu memanfaatkan momentum kenaikan harga timah di pasar internasional.

Laba PT Timah Melejit Drastis Berkat Harga Global
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Lonjakan laba ini tidak lepas dari pergerakan harga timah di London Metal Exchange (LME). Selama sembilan bulan pertama tahun ini, harga rata-rata cash settlement price (CSP) timah di LME menyentuh angka US$51.636,61 per metrik ton. Angka tersebut menunjukkan kenaikan yang sangat tajam sebesar 57,55 persen dibandingkan periode tahun lalu yang berada di level US$32.775,58 per metrik ton.

Seiring dengan kenaikan harga tersebut, pendapatan usaha yang diraih TINS juga ikut meroket. Perseroan berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp16,15 triliun, atau tumbuh 144 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Manajemen PT Timah menjelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan ini merupakan dampak langsung dari kombinasi antara kenaikan volume penjualan dan peningkatan harga jual rata-rata logam timah di pasar.

Tidak hanya dari sisi laba bersih, performa operasional perusahaan juga menunjukkan tren positif yang konsisten. Laba usaha TINS tercatat sebesar Rp5,60 triliun, naik drastis 594 persen dari sebelumnya hanya Rp807,25 miliar. Selain itu, EBITDA perusahaan juga melonjak 323 persen menjadi Rp6,18 triliun, jauh melampaui capaian kuartal III tahun 2025 yang hanya berada di angka Rp1,46 triliun.

Dari sisi produksi, PT Timah menunjukkan produktivitas yang semakin efisien. Produksi bijih timah tercatat mencapai 18.883 ton Sn, naik 55 persen dibandingkan periode tahun lalu. Sementara itu, produksi logam timah mencapai 16.190 metrik ton, meningkat 49 persen dari capaian sembilan bulan tahun 2025. Hal ini didukung oleh volume penjualan logam timah yang juga naik 72 persen menjadi 16.304 metrik ton.

Menutup laporan kinerjanya, posisi keuangan PT Timah juga semakin kokoh. Total aset perusahaan per 30 September 2026 tumbuh 26 persen menjadi Rp17,26 triliun. Ekuitas perusahaan juga mengalami penguatan sebesar 42 persen menjadi Rp11,97 triliun. Dengan fundamental yang semakin kuat ini, TINS optimis dapat terus mempertahankan performa positifnya di tengah dinamika pasar komoditas dunia.

Related Post