Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang sangat positif pada pembukaan pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan hari Senin (2/11/2026) dengan penguatan yang cukup signifikan, memberikan sinyal optimisme bagi para pelaku pasar di tanah air.
Berdasarkan data penutupan pasar, IHSG berhasil melesat naik sebesar 0,79 persen dan mendarat di level 5.096,83. Kenaikan ini terjadi di tengah aktivitas transaksi yang cukup ramai, di mana volume perdagangan menyentuh angka 354,08 juta lot. Jika dikonversi ke dalam nilai mata uang, total nilai transaksi yang berputar di bursa sepanjang hari tersebut mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp12,43 triliun.
Meskipun indeks menunjukkan tren penguatan yang solid, dinamika arus modal asing menunjukkan pergerakan yang cukup kontras di berbagai segmen pasar. Secara keseluruhan, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp112,47 miliar di seluruh pasar. Jika menilik lebih dalam pada pasar reguler, tekanan jual asing terlihat lebih kuat dengan angka penjualan bersih mencapai Rp375,54 miliar.
Also Read
Namun, hal yang menarik perhatian adalah adanya perlawanan dari aliran dana asing di segmen pasar lainnya. Di pasar negosiasi dan pasar tunai, investor asing justru menunjukkan minat beli yang besar. Mereka mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp263,07 miliar. Perbedaan arus kas ini menunjukkan adanya strategi penempatan dana yang sangat selektif dari para pemodal mancanegara.
Fenomena ini memicu pertanyaan besar di kalangan trader dan investor ritel: saham apa saja yang menjadi incaran utama para investor asing sehingga mampu menopang pergerakan indeks tetap berada di zona hijau? Meskipun secara agregat ada aksi jual, namun pada sejumlah emiten tertentu, asing justru melakukan akumulasi besar-besaran.
Berdasarkan data yang dihimpun dari platform Stockbit, terdapat sepuluh saham yang secara kompak masuk dalam daftar antrean beli asing atau net foreign buy sepanjang perdagangan Senin tersebut. Kehadiran aliran dana asing pada saham-saham ini menjadi salah satu motor penggerak utama yang menjaga momentum positif IHSG agar tidak tergelincir ke zona merah.
Para analis menilai bahwa pergerakan IHSG di awal pekan ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap stabilitas ekonomi ke depan. Meskipun arus keluar di pasar reguler cukup terasa, namun aktivitas di pasar negosiasi memberikan napas tambahan bagi indeks. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan terus memantau pergerakan arus modal asing, mengingat pola transaksi ini sering kali menjadi indikator arah tren pasar dalam jangka pendek maupun menengah.






