Jabarpos.id – Di tengah situasi ekonomi global yang penuh dengan ketidakpastian, sektor perbankan digital di Indonesia menunjukkan performa yang sangat menjanjikan. Salah satu pemain utama, SeaBank, berhasil membuktikan ketangguhan model bisnisnya dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang sangat positif. Berdasarkan data terbaru, bank digital ini sukses membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp362,7 miliar hanya dalam periode tiga bulan, yakni Juli hingga September 2026.
Jika ditarik secara akumulatif selama sembilan bulan berjalan, capaian laba bersih SeaBank bahkan menyentuh angka yang fantastis, yakni sebesar Rp1,11 triliun. Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa strategi digital yang diterapkan perusahaan mampu berjalan selaras dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Direktur Utama PT Bank Seabank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari integrasi yang apik antara pertumbuhan penyaluran kredit, efisiensi biaya operasional, serta pengelolaan biaya dana yang sangat terjaga. Menurutnya, laba yang melimpah ini adalah cerminan dari tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan mereka.
Also Read
"Kami sangat bersyukur karena nasabah kini semakin aktif menjadikan SeaBank sebagai platform utama untuk segala kebutuhan transaksi keuangan mereka. Meski terus tumbuh, kami tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian dalam melakukan ekspansi kredit dan sangat disiplin dalam menjaga efisiensi operasional," ujar Sasmaya dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Sasmaya menekankan bahwa fokus perusahaan ke depan adalah memperkuat infrastruktur teknologi dan sistem keamanan. Hal ini bertujuan agar SeaBank dapat terus menghadirkan fitur-fitur inovatif yang inklusif dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Dari sisi kesehatan finansial, SeaBank menunjukkan kondisi permodalan yang sangat kokoh. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perusahaan tercatat berada di level 20,05%, sebuah angka yang sangat memadai untuk mendukung rencana ekspansi bisnis di masa mendatang.
Menariknya, meskipun agresif dalam menyalurkan kredit, SeaBank tetap mampu menjaga kualitas asetnya. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross berada di angka 1,84%, mengalami perbaikan dibandingkan periode September 2025 yang sebesar 1,88%. Sementara itu, NPL Net berada di level 0,14%, jauh di bawah batas toleransi regulator yang sebesar 5%. Pertumbuhan kredit sendiri melonjak drastis menjadi Rp42,86 triliun, naik signifikan dari posisi Rp28,58 triliun pada akhir September tahun sebelumnya.
Lonjakan profitabilitas ini juga diikuti dengan perluasan neraca keuangan. Total aset SeaBank kini telah menyentuh Rp58,42 triliun. Pertumbuhan aset yang masif ini didorong oleh penguatan skema pinjaman langsung (direct lending), kolaborasi strategis dengan berbagai mitra, serta integrasi yang kuat ke dalam ekosistem digital.
Hingga akhir September 2026, basis pengguna SeaBank telah menembus angka 39 juta nasabah. Loyalitas pengguna juga terlihat dari aktivitas transaksi harian yang sangat tinggi, mencapai lebih dari 21 juta transaksi dengan volume perputaran uang harian menyentuh angka Rp8,2 triliun.
Kepercayaan terhadap SeaBank juga diperkuat oleh lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings Indonesia, yang memberikan peringkat nasional jangka panjang level AA+(idn) dengan prospek stabil. Peringkat ini mencerminkan profil kredit yang kuat serta dukungan strategis dari Sea Limited sebagai pemegang saham pengendali.
Selain aspek finansial, aspek kepuasan pengguna juga menjadi keunggulan. Berdasarkan survei lembaga riset Ipsos, SeaBank meraih persepsi positif tertinggi dalam hal kelancaran transaksi (67%) dan stabilitas aplikasi (66%). Hal ini membuktikan bahwa inovasi digital yang dilakukan SeaBank benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan yang cepat, mudah, dan dapat diandalkan.






