Jabarpos.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) kini tengah mengamati dengan seksama peluang besar yang ditawarkan oleh pemerintah dalam sektor energi terbarukan. Perusahaan panas bumi milik negara ini dikabarkan sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap rencana lelang 14 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang baru saja dibuka oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa emiten panas bumi pelat merah tersebut tengah bersiap memperluas dominasinya di industri energi bersih. Namun, PGE menegaskan bahwa mereka tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan. Perseroan akan menimbang secara matang apakah lokasi-lokasi yang dilelang tersebut sejalan dengan visi pertumbuhan jangka panjang dan memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.
Direktur Eksplorasi PGE, Edwil Suzandi, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap setiap peluang pengembangan bisnis, termasuk melalui mekanisme lelang wilayah kerja yang disediakan oleh pemerintah. Menurutnya, PGE memiliki standar ketat dalam menentukan arah ekspansi perusahaan.
Also Read
"Kami menggunakan dua parameter utama dalam menilai peluang, yaitu acceptability (keberterimaan) dan accessibility (aksesibilitas). Dari sisi aksesibilitas, kami tidak melihat kendala berarti karena PGE sudah sangat memahami regulasi dan medan operasional di Indonesia. Fokus utama kami adalah memastikan wilayah tersebut sesuai dengan strategi pertumbuhan kami," ujar Edwil dalam sebuah sesi diskusi di Jakarta Pusat.
Lebih lanjut, Edwil menjelaskan bahwa tim internal PGE saat ini sedang bekerja keras melakukan kajian teknis. Mereka akan melihat potensi sumber daya (resource) serta lokasi geografisnya. Jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa wilayah tersebut menguntungkan secara bisnis, maka PGE tidak akan ragu untuk maju dalam proses lelang. Meski belum merinci lokasi mana yang menjadi incaran, Edwil memberikan bocoran bahwa PGE memiliki rekam jejak yang kuat, salah satunya keberhasilan memenangkan lelang WKP Way Ratai di Lampung.
Strategi ekspansi PGE sendiri terbagi menjadi dua jalur utama. Pertama adalah pertumbuhan organik, yakni dengan mengoptimalkan aset-aset panas bumi yang sudah dikelola saat ini. Kedua adalah pertumbuhan anorganik, yang dilakukan melalui penambahan aset baru, baik melalui partisipasi lelang, merger, maupun akuisisi perusahaan lain. Menariknya, peluang ini tidak hanya terbatas di dalam negeri, tetapi juga merambah ke pasar internasional selama aspek keekonomiannya terpenuhi.
Di sisi lain, langkah pemerintah membuka lelang 14 lokasi WKP ini merupakan bagian dari ambisi besar mengejar target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia. Total kapasitas yang ditargetkan dari lelang ini mencapai angka fantastis, yakni 732 Mega Watt (MW).
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa lelang ini merupakan instruksi langsung dari Menteri ESDM. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan proses perizinan dan mempermudah investor masuk ke sektor panas bumi. Dengan regulasi yang lebih ringkas, diharapkan minat investasi akan meningkat dan memberikan keuntungan yang kompetitif bagi para pengembang energi hijau di tanah air.






