CEO Baru Bank JTrust Segera Menjabat

Author Image

Endang Wulansari

5 November 2026, 06:31 WIB

Jabarpos.id – PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC) tengah bersiap menghadapi babak baru dalam struktur kepemimpinan perusahaan. Perubahan besar ini dipicu oleh keputusan pengunduran diri CEO saat ini, Ritsuo Fukadai, yang menandai berakhirnya masa kepemimpinan beliau di bank tersebut. Sebagai langkah strategis menyambut tahun buku 2027, manajemen telah menyiapkan sosok berpengalaman untuk mengisi kursi tertinggi direksi.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank JTrust berencana menunjuk Abdullah Firman Wibowo sebagai Direktur Utama yang baru. Saat ini, Firman telah lebih dulu mengabdi di perusahaan tersebut dengan menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris. Langkah transisi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas operasional perusahaan di tengah pergantian nakhoda.

CEO Baru Bank JTrust Segera Menjabat
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, penunjukan ini tidak terjadi secara instan. Manajemen menegaskan bahwa proses pengangkatan Firman Wibowo masih harus melewati serangkaian prosedur regulasi. Hal ini mencakup perolehan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), serta pemenuhan ketentuan dari regulator terkait lainnya.

Abdullah Firman Wibowo bukanlah nama baru di industri perbankan nasional. Ia memiliki rekam jejak yang sangat mumpuni, terutama saat berkarier di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Pengalamannya mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari manajemen risiko, pengelolaan treasury, perbankan internasional, hingga pengawasan anak perusahaan.

Tak hanya itu, kredibilitasnya semakin diperkuat dengan pengalaman memimpin di sektor syariah. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Bank BNI Syariah dan kemudian menduduki posisi Wakil Direktur Utama di PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI). Pengalaman internasionalnya sebagai General Manager BNI Kantor Cabang Tokyo juga menjadi nilai tambah, terutama dalam memahami etika bisnis dan memperkuat sinergi kemitraan antara Indonesia dan Jepang.

Manajemen Bank JTrust optimis bahwa transisi ini akan berjalan mulus (seamless). Mengingat posisi Firman saat ini sebagai komisaris, ia dianggap sudah sangat memahami seluk-beluk pengawasan dan arah kebijakan strategis BCIC. Kehadiran Firman diharapkan mampu mempercepat penetrasi bank ke segmen korporasi lokal, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga institusi syariah, sembari memperkuat tata kelola perusahaan.

Di sisi lain, pengunduran diri Ritsuo Fukadai merupakan akhir dari perjalanan panjangnya. Sejak menjabat pada 2019, Fukadai telah membawa berbagai perubahan signifikan bagi bank milik investor asal Jepang tersebut. Dalam surat pengunduran dirinya, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tim dan pemegang saham atas dukungan selama tujuh tahun terakhir.

Meski terjadi pergantian kepemimpinan, kondisi finansial Bank JTrust terpantau tetap solid. Hingga akhir September 2026, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp57,55 miliar. Selain itu, penyaluran kredit telah mencapai angka Rp31,39 triliun dengan total aset perusahaan menyentuh Rp42,12 triliun. Laporan ini menunjukkan bahwa fondasi bisnis bank tetap kuat menjelang era kepemimpinan yang baru.

Related Post