Gelombang Baru Emiten Siap Melantai di Bursa

Author Image

Endang Wulansari

8 November 2026, 02:31 WIB

Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia diprediksi akan kembali mengalami geliat yang signifikan dalam waktu dekat. Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat antrean panjang perusahaan yang tengah bersiap untuk melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Tak hanya itu, tren penggalangan dana melalui instrumen utang juga menunjukkan angka yang cukup mengesankan.

Hingga data per 6 November 2026 dirilis, tercatat ada sembilan perusahaan yang sudah masuk dalam daftar tunggu untuk mencatatkan saham mereka di bursa. Menariknya, sektor kesehatan atau healthcare menjadi primadona dalam daftar calon emiten baru ini. Sebanyak empat perusahaan dari sektor kesehatan telah mengantre untuk melantai, yang berarti mencakup sekitar 44,4 persen dari total calon emiten yang ada.

Gelombang Baru Emiten Siap Melantai di Bursa
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Selain sektor kesehatan, sektor material dasar (basic materials) dan energi juga menunjukkan minat yang kuat dengan masing-masing menyumbang dua perusahaan. Sementara itu, sektor keuangan menyumbang satu perusahaan dalam daftar tersebut. Hingga saat ini, belum terlihat adanya perwakilan dari sektor teknologi, properti, maupun barang konsumsi siklikal dalam daftar antrean IPO tersebut.

Jika meninjau dari sisi skala bisnis, calon emiten ini memiliki profil aset yang beragam. Lima perusahaan berada pada kategori aset menengah dengan nilai antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Tiga perusahaan lainnya merupakan pemain skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar, sedangkan satu perusahaan lainnya masih berada di kategori skala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar. Klasifikasi ini merujuk pada aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK Nomor 53/POJK.04/2017.

Tidak hanya sektor saham, pasar obligasi dan sukuk juga menunjukkan aktivitas yang sangat dinamis. Saat ini, terdapat 19 penerbit yang tengah menyiapkan rencana penerbitan 29 emisi obligasi dan sukuk. Sektor infrastruktur dan keuangan menjadi motor penggerak utama dalam rencana penerbitan surat utang ini. Secara rinci, sektor infrastruktur menyumbang lima perusahaan, sektor keuangan empat perusahaan, serta sektor material dasar dan energi masing-masing tiga perusahaan.

Hingga saat ini, total emisi utang yang telah berhasil diterbitkan mencapai 156 emisi dari 67 penerbit dengan nilai fantastis mencapai Rp157,73 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap instrumen pendapatan tetap di Indonesia masih sangat tinggi.

Selain IPO dan obligasi, mekanisme rights issue atau hak memesan efek terlebih dahulu juga terus berjalan. Per 6 November 2026, BEI mencatat ada 16 emiten yang telah melakukan aksi korporasi ini dengan total nilai mencapai Rp37,35 triliun. Saat ini, masih ada satu perusahaan dari sektor properti dan real estat yang tercatat dalam daftar rencana rights issue mendatang. Fenomena ini menandakan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia terus mencari cara kreatif untuk memperkuat struktur permodalan mereka guna mendukung ekspansi bisnis di masa depan.

Related Post