close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

28.2 C
Jakarta
Rabu, Desember 10, 2025

Benua-benua Hilang: Jejak Masa Lalu yang Tenggelam

spot_img

Dunia yang kita kenal saat ini ternyata menyimpan banyak misteri, termasuk keberadaan benua-benua yang hilang ditelan lautan. Jejak keberadaan mereka masih bisa ditelusuri, memberikan petunjuk tentang bagaimana bumi berevolusi selama jutaan tahun.

Salah satu benua yang hilang adalah Sundaland, yang diperkirakan merupakan cikal bakal Indonesia pada Zaman Es. Jabarpos.id melansir, Sundaland merupakan daratan luas yang meliputi wilayah Selat Malaka, Laut Jawa, dan Laut Natuna. Saat permukaan air laut turun, Sundaland muncul ke permukaan, menghubungkan wilayah Indonesia Barat dan Semenanjung Malaysia. Namun, seiring berakhirnya Zaman Es, Sundaland pun tenggelam, meninggalkan jejaknya di wilayah Indonesia Barat dan Semenanjung Malaysia.

Baca juga:  Kisah Konglomerat RI yang Justru Jadi Legenda di Singapura, Kok Bisa?

Benua-benua Hilang: Jejak Masa Lalu yang Tenggelam

Selain Sundaland, ada juga Zealandia, yang diresmikan sebagai benua kedelapan yang tenggelam pada tahun 2017. Luasnya mencapai 4,9 kilometer persegi, atau sekitar 2,5 kali luas daratan Indonesia. Zealandia diperkirakan merupakan bagian dari superkontinen Gondwana yang terbentuk sekitar 550 juta tahun silam. Namun, studi terbaru mengindikasikan bahwa benua ini berusia lebih dari 1 miliar tahun. Saat ini, hanya Selandia Baru yang tersisa dari Zealandia.

Baca juga:  Indonesia Dan Australia Latihan Bersama Dalam Pertahanan 'Asia Pasifik'

Sahulland merupakan daratan lain yang hilang, meliputi wilayah Papua, Australia, Papua Nugini, dan Tasmania. Nugini terpisah dari daratan Australia sekitar 8.000 tahun lalu, dan Tasmania sekitar 6.000 tahun lalu. Seiring berakhirnya Zaman Es, Sahulland pun tenggelam, menyisakan Australia dan Papua.

Terakhir, Doggerland merupakan benua yang menghubungkan Britania Raya dan daratan Eropa pada periode Glasial Akhir. Saat ini, Doggerland telah tenggelam, menyisakan wilayah Inggris, Skotlandia, dan Irlandia. Sebuah hipotesis terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar daratan pesisir Doggerland dibanjiri oleh tsunami yang disebabkan oleh tanah longsor bawah laut di lepas pantai Norwegia sekitar tahun 6200 SM.

Baca juga:  Meluapkan Emosi di Breakroom: Cerita Eri yang Datang dari Kebumen

Keberadaan benua-benua yang hilang ini memberikan gambaran tentang perubahan besar yang terjadi di bumi selama jutaan tahun. Mereka menjadi bukti bahwa permukaan bumi tidaklah statis, melainkan terus berubah seiring waktu. Penelitian tentang benua-benua yang hilang ini terus dilakukan, diharapkan dapat mengungkap lebih banyak rahasia tentang sejarah bumi dan kehidupan di masa lampau.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

Mau Hidup Sehat Tanpa Ribet? Galaxy Watch 7 Jawabannya!

Bosan dengan hidup yang kurang sehat? Ingin lebih aktif dan memantau kondisi tubuh dengan mudah? Samsung Galaxy Watch 7 hadir dengan segudang fitur canggih...

Akhirnya Muncul, Kaesang Pangarep Hanya Senyum Saat Ditanya Soal Jet Pribadi

Jakarta | Jabar Pos - Setelah ramai jadi perbincangan publik terkait fasilitas jet pribadi, sehingga banyak pihak mempertanyakan keberadaan dirinya, Kaesang Pangarep, Ketua Umum...
Berita terbaru
Berita Terkait