Jabarpos.id – Saham PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI), pengelola restoran cepat saji, mengalami penurunan tajam hingga 85,61% sejak awal tahun 2025. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan penutupan seluruh gerai Texas Chicken di Indonesia. Menanggapi hal ini, CSMI buka suara dan menyiapkan strategi baru.
Harga saham CSMI terpantau turun 4,35% menjadi Rp 440 per saham pada perdagangan Jumat (25/7/2025), dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 359,1 miliar. Direktur CSMI, Radino Miharjo, menjelaskan bahwa penurunan harga saham ini merupakan respons pasar terhadap dinamika permintaan dan penawaran. Namun, ia mengakui adanya faktor fundamental yang turut menekan saham perseroan.

CSMI kini tengah bertransformasi bisnis dengan menghentikan operasional Texas Chicken dan mengembangkan merek lokal baru bernama NWS Chicken. "Fase transisi ini membutuhkan waktu untuk mencapai stabilitas dan kepercayaan pasar kembali, namun manajemen yakin terhadap potensi jangka panjang dari model bisnis baru ini," ujar Radino dalam public expose insidentil CSMI.
Penurunan pendapatan perusahaan pada kuartal I-2025 tak terhindarkan akibat penutupan gerai dan investasi awal untuk merek baru. Manajemen telah melakukan evaluasi struktur biaya dan menjalankan langkah efisiensi untuk memperkuat posisi keuangan. Radino mengakui belum ada katalis positif jangka pendek untuk mengangkat sentimen saham CSMI, namun pihaknya tengah mempersiapkan sejumlah strategi.
Salah satu strategi yang disiapkan adalah mencari mitra strategis atau investor untuk pemulihan perusahaan. Kinerja keuangan CSMI sendiri tercatat memburuk, dengan rugi bersih mencapai Rp 3,52 triliun sepanjang 2024, naik 11,28% secara tahunan. Penjualan perusahaan juga anjlok lebih dari 50% menjadi Rp 1,91 triliun, seiring pengakhiran kerjasama dengan Cajun Global LLC pada 14 Maret 2023 yang berujung pada penutupan seluruh restoran yang dioperasikan.





