close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

28.6 C
Jakarta
Selasa, Februari 10, 2026

Kejutan dari Pemerintah, 3 Raksasa Reasuransi BUMN Bakal Jadi Satu?

spot_img

jabarpos.id Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan tanggapan terkait rencana pemerintah untuk melakukan konsolidasi terhadap perusahaan-perusahaan reasuransi BUMN. Langkah ini dinilai positif demi memperkuat struktur industri keuangan nasional, meskipun prosesnya harus dilakukan dengan cermat dan sesuai aturan yang berlaku.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menekankan pentingnya kapasitas permodalan yang kuat dalam mengelola risiko. Konsolidasi antarperusahaan asuransi dengan pengendali yang sama menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas tersebut.

Baca juga:  Polemik Kebocoran Data NPWP, CISSReC: “Yang Bisa Menyimpan Data Selengkap Itu Hanya DJP”
Kejutan dari Pemerintah, 3 Raksasa Reasuransi BUMN Bakal Jadi Satu?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

OJK sendiri telah menerbitkan berbagai regulasi untuk mendorong transformasi sektor asuransi, termasuk POJK tentang spin-off unit usaha syariah, perizinan dan modal minimum, serta pembentukan unit penjaminan terpisah. Regulasi ini diharapkan dapat memperkuat solvabilitas dan tata kelola perusahaan asuransi, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional.

Mengenai wacana merger tiga perusahaan reasuransi BUMN, yaitu Indonesia Re, Reasuransi Nasional Indonesia (NasRe), dan Tugu Reasuransi Indonesia (TuguRe), OJK menyatakan belum menerima rencana resmi dari pemerintah atau Danantara. Pihaknya masih menunggu dokumen atau informasi resmi terkait rencana tersebut.

Baca juga:  Kejutan Pasar! Konglomerat Prajogo Pangestu Tambah Kepemilikan Saham PTRO, Berani Bayar Lebih Mahal?

Direktur Utama Indonesia Re, Benny Waworuntu, sebelumnya menjelaskan bahwa integrasi tiga reasuransi BUMN merupakan bagian dari roadmap korporasi hingga 2028. Targetnya adalah membentuk perusahaan reasuransi nasional yang kuat dan optimal, yang sepenuhnya dimiliki oleh negara.

Proses integrasi direncanakan meliputi penyesuaian bisnis dan due diligence pada tahun 2025-2026, pelaksanaan merger dan akuisisi pada tahun 2026-2027, dan pembentukan holding di bawah Indonesia Re pada tahun 2028, yang akan membawahi NasRe, TuguRe, Asuransi ASEI, dan ReIndo Syariah.

Baca juga:  Industri Sawit Indonesia Terjebak Regulasi Rumit? Ini Kata Bos SMAR

Langkah ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk memperkuat peran BUMN dalam sektor keuangan dan menciptakan pemain besar yang mampu bersaing secara regional.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Mau Hidup Sehat Tanpa Ribet? Galaxy Watch 7 Jawabannya!

Bosan dengan hidup yang kurang sehat? Ingin lebih aktif dan memantau kondisi tubuh dengan mudah? Samsung Galaxy Watch 7 hadir dengan segudang fitur canggih...
Berita terbaru
Berita Terkait