Pertemuan Prabowo dan Megawati, Sinyal Kuat PDIP Bergabung Dalam Kabinet?

spot_img

Jakarta | Jabar Pos – Presiden terpilih Prabowo Subianto buka suara perihal rencana pertemuannya dengan Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang akan dilakukan sebelum pelantikan. Apakah pertemuan itu merupakan sinyal kuat PDIP bergabung ke Kabinet Prabowo?

Adi Prayitno, Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) melihat ada 3 kemungkinan pembahasan jika pertemuan antara Prabowo dengan Megawati terwujud. Pertama, adanya kemungkinan membahas posisi PDIP di Kabinet mendatang.

“Saya kira rencana pertemuan antara Prabowo dan Megawati, per hari ini itu pasti hanya dikaitkan dengan soal kemungkinan apakah ini akan berkoalisi dalam pemerintahan Prabowo-Gibran untuk 5 tahun yang akan datang atau tidak,” kata Adi Prayitno kepada wartawan. Rabu, (2/10/2024).

Baca juga:  Rahasia di Balik Gudang Garam, dari Perselisihan Lahir Kekayaan?

“Karena itu satu-satunya argumen, alasan yang paling banyak ditunggu oleh publik gitu ya. Oleh karena itu, jika terjadi pertemuan antara Prabowo dan Megawati, publik pasti mengaitkan soal kemungkinan apakah PDIP akan bergabung dengan Prabowo atau tidak,” imbuhnya.

Adi Prayitno melanjutkan, pertemuan itu juga bisa saja sebagai penegasan bahwa Prabowo adalah Presiden terpilih. Ia bisa berkomunikasi dengan siapa pun termasuk dengan PDIP.

Baca juga:  Pasutri Pembuang Bayi di Sukabumi Ditangkap, Motifnya Tak Ingin Menanggung Aib

“Yang kedua, pasti publik akan mengaitkan soal kemungkinan ya ini adalah penegasan bahwa Prabowo adalah Presiden terpilih, jadi Prabowo itu bisa komunikasi dengan siapa pun termasuk PDIP yang selama ini kendala politiknya terhambat gara-gara faktor Jokowi yang posisinya sebagai Presiden,” ucapnya.

Kemudian, Adi Prayitno turut mengatakan bahwa ada kemungkinan pertemuan ini membahas Koalisi dalam bentuk alat kelengkapan dewan. Di mana, ia menyebut bisa saja ada koalisi antara Prabowo dan PDIP di Parlemen.

Baca juga:  Harga Minyak Dunia Berguncang, Sinyal Damai Iran Bikin Panik Pasar?

“Yang ketiga kalau PDIP berkoalisi kan orang bertanya-tanya, apakah berkoalisi itu nanti ada Kader PDIP jadi Menteri atau koalisinya ada yang lain misalnya koalisi dalam bentuk alat kelengkapan dewan, misalnya posisi Pimpinan Komisi atau alat-alat kelengkapan dewan, atau termasuk jangan-jangan PDIP dan Prabowo sudah berkompromi terkait dengan posisi DPR yang saat ini dijabat oleh PDIP,” tuturnya.

“Jangan-jangan bentuk kompromi politiknya PDIP tidak di Pemerintah tapi cukup Koalisi di Parlemen, tinggal kita tunggu,” kata Adi Prayitno. (far)

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait