Jabarpos.id, Jakarta – Pasar global dikejutkan dengan serangkaian peristiwa penting yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Mulai dari sinyal kebijakan moneter dari bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), hingga kebijakan tarif baru yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump, semua mata tertuju pada dinamika ekonomi global yang terus berubah.
Ketua The Fed, Jerome Powell, memberikan indikasi kuat bahwa penurunan suku bunga mungkin akan segera terjadi. Pernyataan ini muncul dalam Simposium Ekonomi Jackson Hole, Jumat lalu waktu AS. Powell menyebutkan bahwa meningkatnya risiko penurunan pasar tenaga kerja mungkin memerlukan penyesuaian kebijakan. Ia juga menegaskan independensi The Fed dalam mengambil keputusan.

Di sisi lain, pemerintah AS mengambil langkah mengejutkan dengan mengakuisisi 10% saham di perusahaan produsen chip terkemuka, Intel. Menurut siaran pers perusahaan, Gedung Putih telah menginvestasikan US$8,9 miliar untuk membeli 433,3 juta lembar saham biasa Intel dengan harga US$20,47 per lembar.
Kebijakan tarif baru juga menjadi sorotan. Presiden Trump mengumumkan bahwa impor furnitur akan dikenakan tarif pada akhir tahun ini. Langkah ini diklaim sebagai upaya untuk menghidupkan kembali industri perabotan di dalam negeri. Sementara itu, Kanada menghapus sebagian besar tarif balasannya terhadap AS, namun tetap mempertahankan tarif untuk otomotif dan baja.
Menanggapi berbagai perkembangan ini, pasar saham AS menunjukkan reaksi positif. Saham-saham melonjak pada hari Jumat setelah pidato Powell. Dow Jones Industrial Average mencapai titik tertinggi baru, sementara S&P 500 hanya berjarak tiga poin dari rekor tertingginya.





