Jabarpos.id, Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menunjukkan performa yang memukau dengan laba bersih mencapai Rp4,14 triliun hingga September, tumbuh 1,84% dibandingkan bulan sebelumnya. Kinerja positif ini menjadi dasar bagi perseroan untuk semakin percaya diri dalam menjalankan strategi bisnis ke depan, termasuk rencana pembelian kembali saham (buyback).
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengungkapkan bahwa pertumbuhan laba ini didorong oleh peningkatan pendapatan non bunga (fee based income) yang terus menguat, memberikan kontribusi signifikan terhadap total pendapatan. "Kami terus memperkuat fundamental keuangan yang berkelanjutan melalui diversifikasi sumber pendapatan, penguatan digital banking, serta efisiensi biaya yang terukur," jelasnya.

Pertumbuhan pendapatan digital banking Bank Mandiri juga mencatatkan angka yang impresif, yaitu 11% secara bulanan, didorong oleh performa super app Livin’ dan super platform KOPRA. Pendapatan treasury juga mengalami pertumbuhan yang signifikan, yaitu sebesar 10%.
Solidnya fungsi intermediasi Bank Mandiri juga tercermin dari penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi per September 2025 yang masing-masing mencapai Rp 1.764 triliun dan Rp 1.884 triliun, keduanya tumbuh di atas rata-rata industri versi jabarpos.id.
Kualitas aset Bank Mandiri juga terjaga dengan baik, dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) berada di level 1,03% pada September 2025, jauh lebih baik dibandingkan rata-rata industri pada periode yang sama menurut data yang dihimpun jabarpos.id.
Sejalan dengan kinerja yang solid ini, Bank Mandiri telah mengumumkan pelaksanaan program pembelian kembali saham atau buyback yang telah disetujui dalam RUPS Maret 2025. Aksi korporasi ini menjadi sinyal kepercayaan manajemen terhadap fundamental perusahaan dan prospek jangka panjang industri perbankan nasional.
"Buyback ini menjadi sinyal kepercayaan manajemen perseroan terhadap kekuatan model bisnis dan nilai jangka panjang Bank Mandiri," tegas Novita. Saham hasil buyback juga akan digunakan untuk mendukung program kepemilikan saham pegawai atau Employee Stock Ownership Program (ESOP).
Dengan kombinasi antara kinerja keuangan yang resilien, pertumbuhan intermediasi yang sehat, serta strategi pengelolaan modal yang proaktif, Bank Mandiri optimistis mampu menjaga pertumbuhan berkualitas sekaligus memberikan nilai tambah secara berkelanjutan.
"Kami melihat momentum pertumbuhan ini sebagai bukti solidnya fundamental dan strategi yang kami jalankan. Ke depan, kami akan terus memperkuat peran Bank Mandiri dalam menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional, sejalan dengan semangat Sinergi Majukan Negeri," pungkas Novita seperti yang dilansir jabarpos.id.





