Bank digital PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI), yang dikenal sebagai entitas di balik layanan Kredivo, telah merancang strategi antisipatif menyusul potensi perubahan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pengelompokan Bank Modal Inti (KBMI) 1. Demikian laporan yang diterima jabarpos.id pada Rabu (24/12/2025).
Per akhir September 2025, Krom Bank tercatat memiliki modal inti sebesar Rp 3,32 triliun, yang saat ini mengkategorikannya sebagai bank KBMI 1. Namun, wacana penghapusan kategori KBMI 1 oleh OJK memicu Krom Bank untuk menyusun rencana strategis.

Pihak manajemen BBSI menegaskan bahwa, hingga kini, kebijakan tersebut masih berupa pedoman dan belum menjadi peraturan yang mengikat. "Perseroan secara konsisten mendukung kebijakan OJK yang bertujuan untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan, meningkatkan daya saing industri perbankan, dan melindungi kepentingan nasabah serta pemangku kepentingan lainnya," tulis manajemen dalam keterbukuan informasi.
BBSI menjelaskan bahwa perubahan ini berpotensi memengaruhi struktur modal perusahaan, termasuk kemungkinan perlunya penguatan modal, baik melalui pertumbuhan organik maupun alternatif strategis lainnya. Penyesuaian ini tentu akan berdampak pada perencanaan keuangan dan strategi pendanaan di masa mendatang.
Untuk mengantisipasi skenario tersebut, Krom Bank telah menyiapkan tiga pilar strategi utama. Pertama, penguatan modal secara organik. Kedua, optimalisasi kinerja dan efisiensi operasional. Dan ketiga, penjelajahan berbagai opsi strategis yang dianggap layak dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Manajemen BBSI menambahkan, jika OJK secara resmi menetapkan kebijakan mengenai perubahan kategori KBMI di masa mendatang, perusahaan siap menyesuaikan strateginya dan mempertimbangkan tindakan korporasi sesuai peraturan yang berlaku, dengan tetap mengutamakan kepentingan seluruh pemangku kepentingan. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada jadwal waktu yang final dan mengikat karena kebijakan tersebut belum resmi diterbitkan OJK.
Krom Bank juga berkomitmen untuk memberikan pengungkapan lebih lanjut kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia apabila ada perkembangan signifikan terkait kebijakan, keputusan strategis, atau rencana tindakan korporasi. Sebagai informasi tambahan, penerima manfaat akhir (ultimate beneficiary) dari BBSI adalah Akshay Garg melalui PT Finaccel Teknologi Indonesia, yang memiliki 75% saham. Finaccel Teknologi Indonesia sendiri merupakan perusahaan induk di balik layanan fintech populer, Kredivo.





