Jabarpos.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan taringnya dengan melonjak 1,6% ke level 8.261 pada perdagangan Rabu (20/2/2026). Penguatan ini seiring dengan Rupiah yang turut perkasa, menembus angka Rp 16.770 per Dolar AS. Lantas, bagaimana sebenarnya prospek pasar modal Indonesia di tengah dinamika global yang terus berubah?
Kenaikan IHSG ini tentu memunculkan pertanyaan, sektor mana saja yang menjadi motor penggerak dan menawarkan peluang menarik bagi investor? Equity Analyst CNBC Indonesia, Gelson Kurniawan, dalam dialognya di Power Lunch CNBC Indonesia (11/02/2026) memberikan pandangannya.

Menurut Kurniawan, sektor perbankan menjadi salah satu yang menarik untuk dicermati. Meskipun IHSG masih dibayangi isu terkait penyesuaian indeks oleh MSCI dan FTSE, saham-saham perbankan dinilai memiliki fundamental yang kuat dan potensi pertumbuhan yang menjanjikan.
"Sektor perbankan ini menarik karena didukung oleh kinerja keuangan yang solid dan prospek pertumbuhan kredit yang positif," ujar Kurniawan. Ia menambahkan, investor perlu mencermati sentimen global dan domestik yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar modal.
Lebih lanjut, Kurniawan menekankan pentingnya diversifikasi portofolio dan pemilihan saham yang cermat. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi, serta mempertimbangkan profil risiko masing-masing. Dengan strategi yang tepat, peluang di pasar modal Indonesia tetap terbuka lebar, bahkan di tengah ketidakpastian global.





