IHSG Terjun Bebas, Bos Bursa Buka Suara!

spot_img

JABARPOS.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami volatilitas ekstrem pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (9/3/2026). Menanggapi hal tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan penjelasan terkait dinamika yang terjadi di pasar modal.

IHSG sempat anjlok hingga menyentuh level terendah minus 5,2% ke level 7.156. Data mencatat 449 saham mengalami penurunan, hanya 57 saham yang naik, dan 158 saham stagnan dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,5 triliun.

IHSG Terjun Bebas, Bos Bursa Buka Suara!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa pergerakan harga saham di pasar modal Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal. "Saat ini kita menghadapi kondisi uncertainty yang sangat tinggi akibat faktor eksternal. Seperti yang pernah kami sampaikan, investor agar selalu rasional, memperhatikan faktor fundamental dan menyesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing masing investor," ujar Jeffrey saat dihubungi CNBC Indonesia, seperti dikutip jabarpos.id.

Baca juga:  Volume Gas PGN Menyusut, Ada Apa dengan Pasokan?

BEI menegaskan telah mempersiapkan infrastruktur dan sistem yang memadai untuk memfasilitasi investor agar tetap dapat bertransaksi secara normal di tengah gejolak pasar. "Infrastruktur sistem maupun pengaturan perdagangan di BEI sudah dipersiapkan untuk menghadapi gejolak pasar seperti yang terjadi tahun lalu saat bulan April 2025 Amerika memberlakukan kebijakan tarif," jelas Jeffrey, dilansir jabarpos.id.

Baca juga:  Angka Pengangguran Turun, Pertumbuhan Ekonomi Jabar Naik 4,93 Persen

Dalam sepekan terakhir, IHSG telah merosot nyaris 8%, mencatatkan pelemahan terburuk yang melampaui MSCI Crash akhir Januari lalu. Tekanan eksternal dan perubahan persepsi investor global terhadap Indonesia sebagai destinasi investasi menjadi faktor utama penyebabnya, seperti yang dilaporkan jabarpos.id.

Ketegangan geopolitik yang meningkat, khususnya di Timur Tengah, mendorong investor global untuk mengambil posisi defensif. Selain itu, kekhawatiran terkait posisi Indonesia dalam indeks saham global, terutama potensi perubahan klasifikasi dalam indeks MSCI, turut memengaruhi sentimen pasar. Bobot Indonesia dalam MSCI Emerging Markets Index terus menurun, mendekati kisaran 1%, yang mencerminkan porsi pasar saham Indonesia yang semakin kecil dalam portofolio global.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait