Jabarpos.id, Jakarta – Citibank mengambil langkah tak terduga dengan menutup sementara sebagian besar kantor cabang dan pusat keuangannya di Uni Emirat Arab (UEA). Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut, yang dipicu oleh konflik yang melibatkan AS-Israel dan Iran.
Penutupan ini, yang dijadwalkan hingga 14 Maret 2026, merupakan langkah antisipatif di tengah kekhawatiran akan potensi dampak dari konflik regional. Namun, satu kantor cabang Citi yang berlokasi di Mall of Emirates, Dubai, akan tetap beroperasi.

Situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah telah memaksa berbagai institusi keuangan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan. Beberapa bank bahkan dilaporkan telah memulangkan staf mereka sebagai respons terhadap meningkatnya risiko keamanan.
Keputusan Citibank juga dipicu oleh ancaman Iran terhadap kepentingan ekonomi dan perbankan yang terkait dengan AS-Israel di wilayah Teluk. Ancaman ini telah meningkatkan kekhawatiran di kalangan bank, mendorong mereka untuk mengambil langkah-langkah perlindungan.
Menurut laporan jabarpos.id dari Reuters, Citibank berencana untuk membuka kembali kantor-kantor cabangnya pada 16 Maret 2026. Sementara itu, sistem kerja jarak jauh (work from home/WFH) diberlakukan di seluruh jaringan kantor cabang Citibank di UEA untuk memastikan kelangsungan layanan kepada para klien. Layanan telepon perbankan di UEA juga akan tetap beroperasi, meskipun dengan kapasitas terbatas.





