Jabarpos.id, Jakarta – Industri garmen lokal terus berbenah dan menunjukkan taringnya di tengah gejolak ekonomi global. PT Trisula International Tbk (TRIS) misalnya, optimis mampu mendulang sukses di pasar domestik dengan membidik segmen menengah ke atas.
Direktur TRIS, Kevin Oen, mengungkapkan bahwa ketegangan geopolitik seperti perang di Timur Tengah dan kebijakan tarif AS turut memengaruhi industri tekstil dan ritel pakaian jadi. Namun, TRIS tetap fokus pada pemenuhan kewajiban kepada pemangku kepentingan, memperkuat produksi bahan baku berkelanjutan, dan memperluas pasar.

"Efek dan tantangan dari gejolak ekonomi dan geopolitik global masih dapat diatasi oleh industri," ujar Kevin Oen dalam dialog di Nation Hub, CNBCIndonesia, Jumat (13/03/2026). TRIS menargetkan pasar utama di Australia, AS, New Zealand, Jepang, dan Eropa hingga bersiap untuk masuk ke pasar baru di Afrika pada tahun 2026.
Di pasar domestik, anak usaha TRIS mencatatkan kinerja yang baik berkat fokus pada produk segmen medium-high. Strategi ini terbukti ampuh menjaga daya saing di tengah gempuran produk impor.
Lantas, bagaimana dampak aturan tarif bea masuk 0% bagi produk tekstil RI ke pasar ekspor? Bagaimana pula strategi TRIS menghadapi masuknya produk pakaian bekas dari AS? Simak selengkapnya dalam dialog Bunga Cinka dengan Kevin Oen di CNBCIndonesia.





