- Penyebaran konten ilegal: Durov diduga membiarkan konten ilegal beredar di Telegram.
- Kegagalan dalam moderasi konten: Durov dianggap tidak cukup ketat dalam mengontrol konten di platformnya.
- Pelanggaran privasi data: Durov diduga tidak melindungi data pengguna dengan baik.
Bos Telegram Ditahan di Prancis, Kenapa?
Bos Telegram, Pavel Durov, yang baru saja dibebaskan dari penjara, ternyata masih terikat di Prancis. Kenapa? Dia harus melapor ke polisi dua kali seminggu dan membayar denda Rp85,7 miliar!
Durov ditangkap di Paris atas dugaan pelanggaran terkait aplikasi Telegram. Padahal, dia sudah punya kewarganegaraan Prancis.
Pihak berwenang menuding Durov melanggar beberapa aturan, termasuk:






